Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda membela tudingan terhadap Dede Sembada yang disebutkan mirip Jubir Pemda, baginya yang dilakukan Desem justru memudahkan tugasnya di pemerintahan.

“Kaitan kemiskinan, menurut saya harus ada jalan untuk membuka kran investasi, karena di Kuningan satu – satunya Kabupaten di Jawa Barat yang tidak memiliki Tol maupun jalur kereta api (KA), maka kita harus bangkit dengan digitalisasi. Dan kita juga sepakat bahwa pembangunan harus berbasis pariwisata,” ungkap Ridho.

Sementara itu, H. Yusron menyebutkan bahwa Pemda Kuningan telah banyak memberikan kebijakan untuk mendorong Kuningan mencapai Visi Agamis. Salah satunya Surat Edaran Bupati yaitu menghentikan semua kegiatan ketika adzan berlangsung dan yang lainnya.

“Secara keseluruhan memang semua Visi Misi pasangan Acep-Ridho belum tercapai atau sempurna tapi perlu diingat bahwa kesempurnaan itu hanya milik Allah,” ujar Yusron. (Ali)