Gagasan lainya muncul dari Wakil Bupati Majalengka, Tarsono D Mardina. Dijelaskan mantan Ketua DPRD Majalengka ini, penanggulangan Covid-19 ini esensinya mengendalikan barang dan orang.

Sehingga diperlukan pemetaan wilayah terlebih dahulu, guna menentukan zona mana saja yang menjadi penyebaran virus. Selain itu, tenaga medis jangan ditugaskan di lapangan, biarkan ia fokus menangani para pasien.

“Persolan pemudik juga perlu diwaspadai pergerakannya. Maksimal pengawasan di pos penjagaan di perbatasan dan optimalkan lagi Satgas di tingkat desa, untuk memantau para pemudik agar melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Ini harus dicek menggunakan kartu sehat yang ada di desa,” paparnya.

Sementara itu, Kapolres Majalengka, AKBP. Bismo Teguh Prakoso melalui Kabag Regident mengatakan, pihaknya sudah melaksanakan beragam program dalam penanggulangan Covid-19.

Diantaranya penjagaan di 25 posko yang terdiri dari 12 Posko Check Point, Pos Pam 6 buah, Pos Pelayanan 2 buah, Pos Gatur 5 buah. “Pembentukan posko ini juga bersamaan dengan operasi Lodaya 2020 dan penjagaan melibatkan semua instansi terkait,” ujarnya.