Miris dengan Kondisi Petani Garam, Septi Ciptakan Inovasi Baru
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79

Dalam perkembangan bisnisnya, ia memang tidak menemukan kesulitan dalam pemasaran. Hanya saja ia kesulitan dalam perizinan terutama untuk mendapat izin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Dimulai dari pengadaan laboratorium, dan dilarang keras adanya toilet dan kamar di dalam area ruang produksi dan beberapa hal lainnya. Meski begitu, dalam waktu 6 bulan izin BPOM sudah ia dapat. Meski dipersulit kembali dengan Izin Usaha Produksi yang memakan waktu 2 tahun sejak 2015 dan pada 2017 ia mendapat izin tersebut.
Meskipun begitu, produknya hingga saat ini justru makin laku di pasar Nasional dan juga Internasional. Kota-kota yang menjadi pelanggan setia produknya adalah Riau, Pekanbaru, Bengkulu, Cilegon Banten, Jakarta, Bandung, dan beberapa kota besar lainnya.
Sedangkan, untuk pemasaran ke Luar Negeri ada Arab, Cina, Australia, dan beberapa negara lainnya juga. Untuk pengemasannya juga ekspor ke luar negeri Septi mengemasnya dengan lebihhati-hati dan lebih bagus dan menarik. Karena, menurutnya ini adalah pangsa pasar Internasional yang menggunakan dollar jadi, perlu perhatian lebih khusus.
“Alhamdulilah kita pasar selalu naik walau sekarang selalu naik dan banyak sekali peminat terutama salon spa. Namun, karena pandemi akhir-akhir ini jadi berkurang terlebih akses ke luar negeri banyak yang tertutup,” ungkapnya
Kemudian, kegiatan Workshop juga kini digelar virtual. Biasanya 1 minggu ada 3 kali workshop baik workshop di tempat atau dirinya yang ke lokasi. Walau begitu, Septi bersyukur masih bisa virtual.
Dirinya juga menyediakan bahan untuk dikirim ke lokasi. Beberapa diantaranya yang sering workshop anak-anak sekolah dasar, orang dewasa, anak-anak kuliah, dan masih banyak lagi.








Tinggalkan Balasan