Ia menambahkan, walau PCR negatif belum tentu dokter mendiagnosa pasiennya tidak sakit Covid-19, karena dokter harus mempertimbangkan gejala klinis pasien, waktu pengambilan spesimen serta hasil pemeriksaan penunjang lainnya.

Berkaitan dengan penjelasan rapid test, sambung dia, suatu metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi (IgM dan IgG) yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus corona.

“Antibodi itu sendiri akan dibentuk oleh tubuh jika kita terpapar Covid-19. Bila antibodi kita terdeteksi di dalam tubuh, itu artinya tubuh kita pernah terpapar virus corona.Tapi, pembentukan antibodi perlu waktu, bahkan bisa sampai beberapa minggu,” terangnya.

Mengenai pentingnya metode pemeriksaan rapid test, kata dia, itu lebih cepat dan dapat menepis pasien mana yang lebih berisiko terinfeksi Covid-19.

“Kalau hasil rapid test menunjukan positif, itu harus dikonfirmasi PCR, karena mengindikasikan risiko tinggi PCR akan positif, tapi itu bukan jaminan pasti PCR nya positif,” paparnya. (Ibnu).