Ayah Amel Dapat Bantuan Gerobag Dorong untuk Berdagang
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Disinggung soal keadaannya yang pernah pingsan di sekolah, Amel pun mengakui hal itu. Hal itu disebabkan, karena dirinya juga jarang sarapan di rumah. Ketika makan juga menggunakan lauk seadanya.
“Iya (pingsan), itu karena gak sarapan dulu di sekolahnya. Gak sarapan mah jarang, waktu itu karena buru-buru saja gitu,” ucapnya.
Ditambah lagi, sang ayah bernama Adeng (38) juga jarang pulang karena kerja. Ia pun tak menuntut jika ayahnya tak memberinya uang untuk keperluan di rumah.
“Iya, kalau gak ngasih ya ga nuntut, sedikasihnya saja,” jelas dia.
Ketiganya pun kini hanya bertempat tinggal di sebuah rumah berukuran 4×6 meter dengan berbahan dasar kayu.
Rumahnya tersebut jauh dari kata layak, karena di semua sudut ruangannya sudah terlihat lapuk termakan usia. (Munadi)








Tinggalkan Balasan