MAJALENGKA, (FC).- Janji Bupati  Majalengka, H.Karna Sobahi untuk membantu keluarga  Amel Amelia Putri (17), bocah yang urus kakek dan adiknya kembali dibuktikan. Hal itu setelah ayahanda Amel, Adeng (38) diberi gerobak untuk berdagang. Adeng menerima langsung  gerobak tersebut di Kantor Dinas Sosial ( Dinsos)  Majalengka, Rabu (14/6).

Pemberian itu dilakukan oleh Kabid Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin  Dinsos  Majalengka, Mumu Hermawan.

Sebelumnya, orang nomor satu di  Majalengka itu juga telah memberikan sejumlah bantuan kepada keluarga  Amel. Seperti yang dilakukan saat berkunjung ke kediaman  Amel di Kampung Cintapada, Desa Kalapadua, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten  Majalengka pada Senin kemarin.

Yang mana, Karna memberikan bantuan berupa moril dan material kepada  Amel.

Material sendiri berjumlah Rp5 juta untuk modal berdagang ayahanda  Amel dan sejumlah uang lainnya untuk kakek dan adiknya Amel.

Selain itu, Karna juga menggratiskan biaya pengobatan sang kakek dan pendidikan  Amel hingga lulus SMA nanti.

“Alhamdulillah, tadi kita sudah berikan janji Bupati untuk memberikan bantuan  gerobak untuk ayah  Amel yang akan berdagang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ke depan. InsyaAllah gerobak ini akan bermanfaat untuk keluarga Amel,” ujar Mumu, Rabu (14/6).Diberitakan sebelumnya, Bupati  Majalengka,  Karna Sobahi menemui langsung  Amel, bocah SD yang urus kakek dan adiknya seorang diri di tengah keterbatasan ekonomi di Desa Kalapadua, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten  Majalengka, Senin kemarin.

Selain melihat langsung kondisi perekonomian dan tempat tinggal  Amel, orang nomor satu di  Majalengka itu memberikan bantuan. Bantuan berupa moril dan material kepada bocah berusia 13 tahun tersebut. Tak hanya sampai di situ, Karna juga memastikan pengobatan dan pekerjaan untuk ayahanda Amel yang selama ini bekerja merantau ke luar kota.

Amel dipastikan tetap menimba ilmu di sekolah seperti anak anak yang lain dan akan digratiskan biaya pendidikan, karena Bupati melalui Dinas Pendidikan akan menggratiskan  Amel hingga lulus SMA nanti.

Kepada media, Karna mengaku, kehadirannya langsung dihadapan  Amel untuk memberikan solusi kehidupan yang akan dijalani  Amel sekeluarga.

“Sekarang kita sudah tahu, masyarakat sudah tahu, solusinya yang diperlukan, tidak hanya datang selesai tapi kita cari atau berikan solusi,” ujar Karna.

Sekadar informasi, ada beberapa bantuan yang kini sudah dan akan diberikan untuk  Amel keluarga dari Karna. Salah satunya, sekolah  Amel akan dibiayai gratis sampai lulus SMA nanti.

“Sekolahnya juga mulai hari ini sudah akan didaftarkan di SMPN 3  Majalengka, jadi setiap kebutuhan sekolah  Amel sampai lulus SMA akan dibiayai oleh Kabid Disdik,” ucapnya.Selain itu, Karna juga telah memberikan modal usaha untuk ayahanda  Amel agar tidak usah kembali merantau untuk bekerja. Direncanakan, ayahanda  Amel bernama Adeng akan diberi  gerobak dan diberi modal dengan sejumlah uang.

“Saya sudah kasih uang tadi sebesar Rp 5 juta plus Rp 1 juga dari  Dinsos untuk kebutuhan modal usaha bapaknya  Amel. Tadi katanya bapaknya  Amel akan jual bakso keliling di sini,” jelas dia.

Tak hanya sampai di situ, mantan Wakil Bupati  Majalengka dua periode itu juga memastikan pengobatan gratis untuk sang kakek  Amel. Di sisi lain, rumah  Amel akan diperbaiki dengan anggaran puluhan juta rupiah.

“Alhamdulillah, rumahnya  Amel akan diperbaiki dengan anggaran Rp 60 juta dan kakeknya  Amel digratiskan untuk berobat sampai sembuh,” katanya.

Seperti diketahui, perjuangan  Amel Amelia Putri (13), bocah SD di Desa Kalapadua, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten  Majalengka patut diteladani dan bikin haru. Pasalnya, jika diusia sebayanya menghabiskan waktu untuk bermain,  Amel harus mengurus adik dan kakeknya seorang diri.

Hal itu juga dikarenakan, ayah  Amel sibuk bekerja berdagang di Bekasi, Jawa Barat. Di sisi lain, ibunya sudah empat tahun pisah dengan  Amel, karena menetap di Pekanbaru. Permasalahan keluarga orangtuanya menjadi faktor Ayah dan Ibunya memilih jalannya masing-masing dan kini  Amel harus menerima kenyataan pahit itu.

Amel menceritakan perjuangan kesehariannya untuk mengurusi adik dan kakeknya yang tengah jatuh sakit.Diketahui, kakeknya bernama Alyamin (70) mengalami penyakit stroke yang sudah dialaminya dua tahun terakhir.

Kata  Amel, kegiatan yang setiap hari dilakukannya untuk mengurusi sang kakek, yakni sering menuntunnya jika hendak beraktivitas. Termasuk, ketika kakeknya hendak menuju ke kamar mandi yang berada di depan rumahnya.

Selain itu,  Amel juga sering melakukan pekerjaan rumah, seperti mencuci baju sang kakek, memasak seadanya untuk adiknya dan tak jarang juga memijit kakeknya jika diminta.

“Ya merawat kakek dengan cara membantu pekerjaan rumah, ya memasak untuk kakek juga, kalau kakek mau dipijitin ya  Amel pijitin gitu. Ya gitu (nuntun ke kamar mandi), sama dibantu sama tetangga-tetangga juga,” ujar  Amel, Sabtu (3/6/2023).

Karena sering membantu pekerjaan rumah untuk mengurusi adik dan kakeknya, tak jarang waktu bermain  Amel juga terkikis. Kendati demikian, ia mengaku ikhlas dengan kondisi yang dihadapinya saat ini.

“Suka ngeluangin waktu untuk mengurus kakek sama adik, kalau main mah curi-curi waktu saja kalau ada, tapi jarang main mah,” ucapnya.

Sehari-harinya untuk makan,  Amel mengandalkan ulur tangan dari tetangganya maupun orang dermawan.

Hal itu juga yang membuat dirinya kerap tak tak memiliki uang jajan ketika bersekolah.

“Untuk ngurus kakek dan adik itu pakai uang seadanya, makanya  Amel sering gak bawa uang kalau ke sekolah, karena sudah habis untuk makan kasih kakek dan adik,” jelas dia.Disinggung soal keadaannya yang pernah pingsan di sekolah,  Amel pun mengakui hal itu. Hal itu disebabkan, karena dirinya juga jarang sarapan di rumah. Ketika makan juga menggunakan lauk seadanya.

“Iya (pingsan), itu karena gak sarapan dulu di sekolahnya. Gak sarapan mah jarang, waktu itu karena buru-buru saja gitu,” ucapnya.

Ditambah lagi, sang ayah bernama Adeng (38) juga jarang pulang karena kerja. Ia pun tak menuntut jika ayahnya tak memberinya uang untuk keperluan di rumah.

“Iya, kalau gak ngasih ya ga nuntut, sedikasihnya saja,” jelas dia.

Ketiganya pun kini hanya bertempat tinggal di sebuah rumah berukuran 4×6 meter dengan berbahan dasar kayu.

Rumahnya tersebut jauh dari kata layak, karena di semua sudut ruangannya sudah terlihat lapuk termakan usia. (Munadi)