14/01/2019
244 Views
Oleh: Sandy Zaenudin
SUBANG, tintabiru.com/ – Akibat kemarau panjang ratusan hektare tanaman padi yang baru berumur 15 hari di Desa Pringkasap, Kecamatan Pabuaran, Subang, terancam gagal panen.
Ratusan hektare lahan sawah di Desa Pringkasap Kecamatan Pabuaran ini terancam gagal panen akibat kemarau panjang
Permukaan lahan sawah yang kondisinya sudah retak dan kering itu membuat tanaman padi pun daunya mulai menguning.
Akibat kondisi tersebut sejumlah petani pasrah dengan minimnya pasokan air serta kondisi permukaan tanah sawah yang retak-retak.
“Jika tanaman padi dilanda kekeringan yang berkepanjangan tentunya akan mati dan terancam gagal panen,” kata salah seorang petani bernama Awang saat berbincang dengan tintabiru.com/, Senin (14/1/19).
Dikatakan, tanaman padi yang ditanam diatas lahan sawah miliknya seluas 1 Ha kini kondisinya sangat memperihatinkan karena selain daun padi mulai menguning permukaan tanah sawah juga retak-retak akibat minimnya pasokan air.
“Kami berharap ada intansi terkait yang dapat membantu masalah ini agar pasokan air dari irigasi Tarum Timur dapat disalurkan ke lahan pesawahan, “tambahnya.
Sementara, petani lainnya, Endang, mengatakan beberapa hari terakhir memang sempat turun hujan namun hair hujan tersebut tidak serta merta menjadikan permukaan tanah sawah dapat terairi.
“Semoga saja dalam waktu dekat akan turun hujan kembali sehingga bisa menyelamatkan tanaman padi kami, “ujar Endang.
Menurutnya, jika dalam waktu dekat tidak turun hujan atau tidak ada pasokan air dari selokan Tarum Timur, maka para petani di daerahnya akan mengalami kerugian yang cukup signifikan akibat gagal panen. (*)

