14/01/2019
193 Views
Oleh: Syamsul Arifin
BANDUNG, tintabiru.com/ – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Senin (14/1/19) meninjau korban bencana angin puting di posko kebencanaan, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Kedatangan Gubernur ke Desa Jelegong Kecamatan Rancaekek itu didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Barat, Atalia Praratya dan Wakil Bupati Bandung, Gungun Gunawan.
Selain memberi dukungan moril, Gubernur Jabar yang akrab disapa Kang emil ini juga menyerahkan bantuan logistik dan bantuan material untuk renovasi rumah yang telah luluh lantah diterjang angin puting beliung pada Jumat (11/1/19) lalu.

“Hari ini kami hadir untuk memberikan dukungan moril dan ikut bersimpati. Kami juga membawa bantuan simbolis sesuai kebutuhan dan tolong bantuan tersebut didistribusikan secara adil. Setelah itu kita harus ngebut untuk memperbaiki rumah yang rusak, “ujar Kang Emil.
Pada kesempatan itu, Kang Emil meminta Camat Rancaekek untuk mendata kembali secara rinci jumlah rumah yang rusak parah, sedang dan ringan. Pihaknya juga akan merekonstruksi rumah rusak yang kebanyakan ada pada bagian atap.

“Bagi yang atap rumahnya rusak kami akan bantu dengan genteng. Pak Camat harus kembali menghitung mana yang kerusakan atapnya parah, sedang dan ringan. Dananya akan disesuaikan dengan kebutuhan. Memang ada anggaran tak terduga seperti yang sudah dibantu di Kota Bogor dengan kejadian serupa, “jelasnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat angin puting beliung yang menerjang wilayah Rancaekek terjadi di Desa Bojongloa, Desa Jelegong, Desa Rancaekek Wetan dan Desa Kecana.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 738 rumah rusak dengan jumlah Kepala Keluarga (KK) sebanyak 753. Keseluruhan korban mencapai 2567 jiwa, 1 luka berat yang hingga kini masih dirawat di RS Hasan Sadikin sementara 7 orang lainnya telah diperbolehkan pulang.
“Kami mengapresiasi kinerja BPBD Provinsi dan BPBD Pemkab Bandung yang telah sigap dan cepat tanggap dalam menangani bencana ini, “ucapnya.
Kang Emil mengungkapkan, masyarakat Jawa Barat harus mewaspadai bencana alam khususnya angin puting beliung yang sulit diprediksi kemunculannya. Biasanya angin puting beliung terjadi di dataran rendah seperti persawahan.
“Biasanya, tanda-tanda akan terjadinya puting beliung adalah dimana cuaca dan suhu berubah secara drastis. Masyarakat harus waspada, “pungkasnya. (*)

