Ustadz Muda Ini Ditawari 10 M Untuk Hentikan Kasus Ahok –

9 November 2016

Dunia Islam, Headline

Oleh: Hasan Basri

Jakarta – Pasca Mengisi Acara Kajian Islam dengan tema “Satu Keluarga Masuk Surga” Ustadz Bachtiar Nasir, salah satu ustadz muda asal betawi yang berani menyuarakan dugaan kasus penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), mengaku pernah diiming – imingi uang senilai Rp 10 milyar dengan syarat, dirinya tidak lagi mempermasalahkan kasus ahok mengenai suroh Al-Maidah ayat: 51.

bahtiar-nasirUstadz sekaligus dosen di beberapa perguruan tinggi ini menceritakan, peristiwa tersebut dialaminya pada hari sabtu (5/11/16) tepat satu hari pasca aksi damai pada Jum’at 4 November 2016 kemarin.

Kepada jama’ah yang hadir di masjid Abu Bakar As-Shiddiq, wilayah Cawang, Jakarta timur, Bahtiar Nasir menjelaskan, jika dia sempat diajak ke salah satu tempat dan ditawari uang senilai Rp 10 Milyar oleh salah satu pengusaha etnis keturunan.

Mendapati tawaran tersebut, Bahtiar Nasir langsung menolaknya. Menurut dia, kasus dugaan penistaan agama oleh ahok adalah kasus yang menyinggung perasaan semua umat islam. “Tidak hanya umat islam yang ada di jakarta ataupun di indonesia, namun penghinaan Al-Qur’an oleh ahok telah melukai hati umat islam di seluruh dunia, ” tambahnya.

Tak hanya sampai di situ, jelas dia, akibat menyuarakan kasus penistaan agama oleh gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja purnama/ Ahok, dirinya yang telah menandatangani kontrak sebagai pemateri pada acara religy di salah satu stasiun televisi milik viva group, mendapat kabar jika Jokowi pernah meminta si pemilik stasiun televisi, untuk memutus kontraknya.

Kendati demikian, Bahtiar Nasir mengaku akan terus berjuang menuntut si penista agama untuk diadili se adil-adilnya, meski beberapa media mainstream telah memboikotnya. ” Semua pernyataan saya mengenai aksi damai bela islam 4 November 2016 kok enggak nongol-nongol di TV “, bebernya sambil terkekeh.

Ada yang lebih mengherankan lagi menurut dia, saat aksi damai bela islam 4 November 2016 lalu, Saat di istana negara, dia dan beberapa ulama lainnya ditemui Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Menkopolhukam Wiranto dan sejumlah menteri lainnya. Di gedung mewah ini, semua pejabat tinggi negara juga meminta kepada para ulama agar menutup kasus ahok. ” Saya heran sekali, entah apa yang ada dibenak para pemimpin negeri ini, si ahok itu sudah jelas – jelas menghina agama islam, malah dilindungi “, tandasnya. (*)

Pos terkait