21 Oktober 2016
JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok didemo warganya saat meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Akasia, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (21/10/2016). Dalam aksinya, warga memperotes Ahok yang tidak memihak rakyat kecil.
Dalam aksinya itu, puluhan warga memandang, penggusuran yang dilakukan Ahok tidak manusiawi. Sebanyak tiga puluhan warga yang melakukan aksi demonstrasi meminta pihak kepolisian mempercepat proses hukum terhadap Ahok terkait dugaan penistaan Alquran Surat Al Maidah Ayat 51 di Kepulauan Seribu 27 September lalu.
Seorang demonstran bernama Adi (37) mengungkapkan kekecewaannya terhadap kepemimpinan Ahok. “Saya korban penggusuran di bantaran Kali Ciliwung. Kami mendapatkan uang kerahiman. Kami membeli rumah susun Rp 6 juta, tapi jadi hak milik kita. Sekarang tidak, (korban penggusuran, red) dikasih gratis enam bulan, sisanya harus bayar,” ujarnya.
Selain mengkritisi cara merelokasi warga, Adi juga meminta pihak kepolisian serius melakukan proses hukum kepada Ahok terkait penistaan agama.
“Kita bangsa indonesia harus ngerti menodai agama. Jangan sampai negara kita dirampas,” ucap Adi sambil mengingatkan supaya hukum jangan sampai tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
Adi memandang bahwa Ahok hanya berpihak kepada pengusaha, pengembang, dan kalangan atas. Oleh karena itu, dia menginginkan supaya Ahok tidak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di DKI Jakarta.

