04/09/2019
119 Views
Oleh: Gugum Haerudin
KARAWANG, tintabiru.com/ – Tanpa diberi pelatihan dan alat Kesehatan Keselamatan Kerja (K3) untuk membersihkan limbah oil spill milik Pertamina Hulu Energy (PHE), masyarakat yang di berdayakan untuk membersihkan dan mengangkut limbah ke armada angkut, mengalami kesulitan dan terancam mengalami gangguan kesehatan.

Salah satu pesisir pantai yang terdamak ceceran limbah oil spill cukup parah adalah Desa Sedari Kecamatan Cibuaya, Karawang, Jawa Barat.
Warga di Desa ini hampir setengahnya diberdayakan untuk membersihkan ceceran limbah oil spill yang tergolong limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun).
Masyarakat Desa Sedari tersebut bahkan tidak pernah diberikan pelatihan dan alat khusus untuk membersihkan limbah oil spill ini, padahal hal itu dapat mengancam kesehatan mereka.

Dikutip dari www.tambang.co.id, dalam minyak mentah setidaknya terdapat empat bahan yang berbahaya yang berdampak langsung kepada kesehatan.
Keempat bahan berbahaya tersebut adalah benzene (C6H6), toulene (C7H8), cylene (C8H10) serta sejumlan logam berat seperti tembaga (cu), arsen (ar), mercuri (hg) dan timbal (pb).
Bahan-bahan berbahaya dari minyak mentah tersebut akan bedampak pada kesehatan pernafasan, pencernaan, dan kulit atau mata. Mereka yang terkena benzene misalnya, akan mengalami pusing atau sakit kepala, mual, pingsan, iritasi kulit dan mata bahkan menyebabkan kanker darah.

Salah seorang warga asal Dusun Karangsari, RT 01 RW 02 Desa Sedari, Adang Sehendar (25), menuturkan dalam membersihkan limbah oil spill tersebut dirinya hanya berdasarkan perintah dan faktor upah saja meski tanpa dilengkapi peralatan safety.
“Kami hanya disuruh dan diberi upah untuk membersihkan dan membawa limbah oil spill ke mobil dump truck dengan alat seadanya tanpa diberi alat khusus untuk membersihkan limbah tersebut, “tutur Adang Suhendar.
Selain keterbatasan alat untuk membersihkan limbah oil spill, masyarakat yang tinggal di bibir pantai Sedari juga terancam terkena gangguan kesehatan.
“Ya, terkadang suka pusing dan mual bahkan sesak nafas, “lanjut dia.
Meski demikian, masyarakat Desa Sedari tidak patah semangat dalam membersihkan lingkungannya dari ceceran limbah minyak mentah milik Pertamina tersebut.
“Kalau kita sih pengennya cepat-cepat bersih ya, biar tidak sampai mengendap dan mengganggu ekosistem yang ada. Karena laut ini adalah salah satu sumber mata pencarian kita, “tambahnya.
Selain mengancam gangguan kesehatan masyarakat sekitar, limbah oil spill juga dapat mengakibatkan gangguan dan kerusakan ekosistem di laut.
Masyarakat Desa Sedari berharap adanya keseriusan pihak terkait dalam menanggulangi permasalahan pencemaran lingkungan yang disebabkan limbah oil spiil yang hingga kini masih belum terselesaikan. (*)

