Aduuuuh!! Baru 1 Minggu Dikerjakan, Proyek Turap di Desa Kalidungjaya Cibuaya Ambruk –

24/08/2017

Headline, Karawang

82 Views

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, tintabiru.com/  – Baru 1 Minggu Proyek turap di Desa Kalidungjaya Kecamatan Cibuaya rampung dikerjakan oleh kontraktor mendadak ambruk, padahal proyek turap tersebut baru selesai dikerjakan pada 16 Agustus 2017 kemarin.

Ambruknya 25 Meter proyek turap itu diduga akibat getaran dari eksavator yang tengah mengerjakan proyek pengerukan sungai Cilesung Desa Kalidungjaya.

“Saya akan meminta pertanggungjawaban kepada pelaksana proyek pengerukan agar kerusakan ini diperbaiki kembali seperti semula. karena saya yakin, robohnya proyek turap ini akibat adanya proyek pengerukan. Bisa saja baketnya membentur turap sehingga mengakibatkan ambruk,” ujar Daenk.

Sementara, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Kalidungjaya, Enan (35), yang berada dilokasi tersebut menyatakan, Ambruknya turap tersebut bukan akibat benturan baket eksavator, namun menurutnya, ambruknya turap tersebut akibat  tanah yang ada di pinggir turap itu tidak mampu menahan beban eksavator.

“Robonya turap itu terjadi pada saat beko mengisi tanah dipinggirnya. Yang pasti bukan karena benturan baket eksavator. Saya yakin, pada saat dibangun, adukannya kekurangan semen. Bisa kita bayangkan jika suatu bangunan kekurangan semen jangankan terkena beban, terkena getaran pun bisa jadi ambruk, ”ungkap Enan.

Hal senada dikatakan tokoh masyarakat Desa Kalidungjaya, Karya Khaerul Anwar. Menurut dia, saat dimulainya pekerjaan proyek turap ini, warga sekitar sempat mendatangi lokasi proyek turap tersebut untuk menyampaikan komplain agar pekerjaan yang dilakukannya tidak asal-asalan.

Tak hanya itu, warga juga sempat meminta kepada pekerja yang ada, agar turap yang sudah berdiri itu dibongkar karena pondasinya hanya setinggi 30 centimeter.

Sementara, Kepala Desa Kalidungjaya, Sinin,  membenarkan jika proyek turap yang ambruk tersebut akibat kekurangan volume semen.

Menurutnya, proyek turap yang dikerjakan oleh salah seorang kontraktor tanpa menggunakan papan nama itu, dari awal pengerjaannya terlihat asal-asalan.

Pihaknya juga mengaku sempat melaporkan pengerjaan proyek tersebut kepada PPTK dan petugas yang menjadi pengawas dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang.

“Dari awal pengerjaannya, kami telah mengingatkan mandor dan para pekerjanya agar  volume semennya harus sesuai ukuran. Sekurang-kurangnya 5:1 antara volume semen dengan pasir. Namun apa yang kami perhatikan tidak sesuai ukuran. Yang kami lihat mandor dan para pekerjanya menggunakan semen hanya 1 sak sementara volume pasirnya mencapai 1 kendaraan Pick Up, sehingga adukannya masih sejenis pasir, ”terang Sinin.

Atas kejadian tersebut, Sinin selaku Kepala Desa Kalidungjaya langsung melaporkan kasus ini kepada PPTK dan pihak pengawas dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

Pos terkait