Salah satunya, kata dia, lewat aplikasi iCirebon yang bisa didownload di google playstore. Serta banyak website perpustakaan lainnya yang dapat dikunjungi untuk menambah informasi dan memperkaya pengetahuan. Pemustaka bisa membaca buku-buku secara digital.

“Mari untuk tidak kalah dengan kondisi. Karena semangat membaca adalah bagian dari literasi. Menyiapkan kita menjadi generasi yang kritis dan terampil dalam memenuhi tantangan kebutuhan zaman,” imbuhnya.

Sementara Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Jaja Sulaeman menambahkan, perlu mendorong lagi meningkatnya minat baca masyarakat. Pasalnya minat baca masyarakat Indonesia tergolong masih rendah, yakni di tahun 2012 berada diangka 0,001 persen saja.

Artinya tiap seribu orang hanya 1 orang yg memiliki minat baca. Oleh karena itu hari kunjung perpustakaan dan bulan gemar membaca dimaknai sebagai sebuah ajakan kepada diri kita dan semua orang untuk sadar akan pentingnya membaca (dalam arti luas) untuk meningkatkan  kualitas hidup dan kehidupan.

“Apalagi di masa pandemi Covid-19 menjadi sebuah alternatif solusi dalam menghadapi berbagai persoalan sebagai akibat dampak negatif pandemi covid 19,” ungkap mantan Kadisdik ini.