Tidak Benar Masa Pandemi Covid-19 Angka Kelahiran Naik
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Pihaknya kurang setuju dengan adanya anggapan, pandemi Covid-19 dimana masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, menyebabkan angka kelahiran yang tinggi.
Pasalnya, aturan PSBB dilaksanakan pada sekitar Maret, tidak mungkin angka kelahiran naik pada Agustus ini.
“Maret PSBB, masa iya angka kelahiran awal Agustus ini naik. Padahal baru 5-6 bulan, yang benar saja,” ungkapnya sambil berseloroh.
Disamping itu, DPPKB hanya mendata jumlah akseptor KB dan tidak mendata angka kehamilan dan angka kelahiran, karena itu kewenangan dinkes ataupun disdukcapil.
Saat ini bila ingin mengetahui angka kehamilan akibat pandemi Covid-19 dan PSBB, ada di dinkes.
Dalam catatan kondisi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) kota Cirebon, pada Juni tahun 2020.jumlah penduduk 291.805 jiwa tergabung kedalam 84.320 KK.
Jumlah keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I sebanyak 39.273. Jumlah wanita usia subur (WUS) 95.711, pasangan usia subur (PUS) 40.073.
Kemudian pasangan usia subur yang tidak ber KB 14.509. Sedangkan Non pasangan usia subur jumlahnya 44.245.
“Layanan KB dipusatkan di Puskesmas karena petugasnya dilengkapi dengan APD. Memang kita punya mobil layanan KB, tapi untuk petugasnya belum tersedia APD,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan