Tidak Benar Masa Pandemi Covid-19 Angka Kelahiran Naik
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Di tengah pandemi Covid-19, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Cirebon tetap memberikan pelayanan KB.
Dengan tetap menjalankan percepatan quick wins pada lima program kerja utama BKKBN tahun 2020 terkait KB. Program tersebut meliputi pelayananan hingga penyediaan alat dan obat kontrasepsi.
Kepala DPPKB Suwarso Budi Winarno mengatakan, momentum Hari Keluarga Nasional (HKN) ini, gerakan nasional memberikan pelayanan KB serentak sejuta akseptor. Sedangkan di Kota Cirebon melibatkan 1.334 akseptor KB yang tersebar di lima kecamatan.
“HKN dengan kegiatan pelayanan KB serentak secara nasional ini tetap memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya kepada FC, Selasa (11/8).
Pihaknya harus tetap bisa memberikan pelayanan dan upaya kinerja dengan baik di masa pandemi Covid-19. Quick Wins harus tetap berjalan dengan terus memberikan pelayanan KB oleh para tenaga pelayanan KB kepada masyarakat. Untuk pelayanan ini sementara dipusatkan di Puskesmas.
Dikatakannya, apabila program KB terhambat, maka akan menjadi masalah baru dalam masyarakat, seperti kelahiran tak terkendali, menambah tingkat kemiskinan, serta permasalahan stunting.
Budi menyebutkan, jumlah peserta KB di Kota Cirebon sampai bulan Juli mencapai 25.561 akseptor KB, dengan rincian yang menggunakan alat kontrasepsi IUD 3328, MOW 2053, MOP 29, kondom 427, implan 1272, suntik 15545, Pil 2907.
Pihaknya kurang setuju dengan adanya anggapan, pandemi Covid-19 dimana masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah, menyebabkan angka kelahiran yang tinggi.
Pasalnya, aturan PSBB dilaksanakan pada sekitar Maret, tidak mungkin angka kelahiran naik pada Agustus ini.
“Maret PSBB, masa iya angka kelahiran awal Agustus ini naik. Padahal baru 5-6 bulan, yang benar saja,” ungkapnya sambil berseloroh.
Disamping itu, DPPKB hanya mendata jumlah akseptor KB dan tidak mendata angka kehamilan dan angka kelahiran, karena itu kewenangan dinkes ataupun disdukcapil.
Saat ini bila ingin mengetahui angka kehamilan akibat pandemi Covid-19 dan PSBB, ada di dinkes.
Dalam catatan kondisi program kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) kota Cirebon, pada Juni tahun 2020.jumlah penduduk 291.805 jiwa tergabung kedalam 84.320 KK.
Jumlah keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I sebanyak 39.273. Jumlah wanita usia subur (WUS) 95.711, pasangan usia subur (PUS) 40.073.
Kemudian pasangan usia subur yang tidak ber KB 14.509. Sedangkan Non pasangan usia subur jumlahnya 44.245.
“Layanan KB dipusatkan di Puskesmas karena petugasnya dilengkapi dengan APD. Memang kita punya mobil layanan KB, tapi untuk petugasnya belum tersedia APD,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan