Selain itu, kata Ono, masyarakat di Kabupaten Cirebon banyak mengalami ketakutan perihal data pribadi yang diunggah dapat bocor dan diterima pihak tidak bertanggung jawab.

”BPS membuat ini aplikasi sudah dibantu badan cyber dan persandian negara, kami menjamin keamanannya. Jika merasa berat atau loading saat mengakses itu bukan karena apapun melainkan karena seluruh penduduk di Indonesia sedang mengakses secara bersamaan,” bebernya.

Kabupaten Cirebon, berada diperingkat kedua terendah dari 27 Kota/Kabupaten atau di atas Kabupaten Karawang. Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat, pihaknya menekankan kepada seluruh koordinator kecamatan untuk mensosialisasikan terus kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Cirebon, H Imron Rosyadi, mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Cirebon untuk mensukseskan sensus penduduk 2020 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 Februari 2020 hingga 31 Maret 2020 mendatang.

“Sensus penduduk secara online ini mempermudah masyarakat Kabupaten Cirebon untuk melalukan pendataan diri sendiri menggunakan gadget secara masing-masing,” kata Imron.

Selain itu, kata Imron, pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan pejabat di Kabupaten hingga kelurahan untuk membantu petugas sensus penduduk.


“Agar proses sensus berjalan dengan lancar, seluruh pejabat di kecamatan maupun desa dapat mensukseskan sensus penduduk tahun 2020 ini,” harap Imron. (Ghofar)