“Untuk menyalurkan bantuan sosial ini kami dibantu kader-kader masyrakat. Ada kader PKK, kader KB, kader posyandu, patriot desa, dan lain-lain. Untuk penanggulangan secara keseluruhan, kami telah membentuk Relawan Desa Lawan Covid-19. Saat ini dari jumlah desa sebanyak 5.312 desa sudah relawan sudah dibentuk di 4.346 desa atau sekitar 84,79 persen dengan jumlah total relawan sebanyak 182.532 orang dengan estimasi rata-rata 42 orang di setiap desa,” ungkap Dedi.

Dia menambahkan, Tim Desa Lawan Covid-19 telah mendirikan sebanyak 4.346 posko, 2.230 ruang isolasi, 6.047 aksi sosialisasi Covid-19, menyediakan 5.312 tempat cuci tangan, kemudian 4.994 penyemprotan disinfektan, 4.252 pendataan pemudik, pendataan masyarakat rentan sakit hingga pengadaan 22.061 masker.

Menyinggung peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) selama Pandemi Covid-19, Dedi mencatat sejumlah bumdes turut menjadi penyedia masker bagi masyarakat. Sebagian lainnya, BUMDes juga turut aktif melakukan bakti sosial bagi masyarakat.

“Berikutnya, dana desa juga sudah bisa dipergunakan untuk membiayai kegiatan padat karya. Dengan demikian, pemulihan ekonomi pascapandemi nanti bisa cepat dilakukan. Insya Allah dengan berbagai kekuatan serta sumber daya yang ada di desa, maka secara bersama-sama kita akan terus melawan Covid-19,” tandas Dedi. (Rilis/FC)