Program CIC Disperindag, Pelaku IKM Dilatih untuk Bisa Tembus Pasar Internasional
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79

Indag pun bekerjasama dengan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) untuk hak cipta merk, MUI untuk halal, lalu peyediaan informasi gizi dalam produk pelaku usaha.
Juga, PIRT, BPOM, layanan expire atau masa berlaku suatu produk, juga bersama dengan INOPAC perihal pengemasannya, dan Indag pun mensupport penuh pelatihan penjualan produk melalui e-Commerce dan memasukkan produk ke toko dan supermarket. Selain itu, pelatihan atau masukan untuk jenis produk yang akan dipasarkan.
“Kita ini kan membina orang yang sudah memiliki usaha, artinya hanya tinggal mengarahkan dan memberikan masukan, motivasi, dan inovasi serta mensupport penuh bagi pelaku usahanya,” ungkap Endang kepada FC.
Dalam pelatihan CIC ini, dirinya hanya berharap peserta memiliki kemauan dan keinginan yang kuat untuk terus belajar dan berkembang.
“Makanya kita juga lakukan penyeleksian terhadap pesertanya, yang salah satu seleksinya itu adalah melakukan interview atau wawancara,” katanya.
Endang pun mengungkapkan, tidak ada harapan besar lainnya selain melihat para pelaku usaha agar sukses dan terus berinovasi.
Sebab dengan adanya kegiatan ini dapat memajukan ekonomi masyarakat dan pemerintah Kabupaten Cirebon sendiri. Terlebih, dimanapun orang berada kondisi saat ini memang sedang sakit atau demam.
Baik program CIC angkatan pertama dan kedua memiliki kelemahannya dan kekurangannya masing-masing. Seperti halnya organisasi atau sekolah terdapat pelaku usaha yang sukses, jalan ditempat, dan bahkan mandeg atau tidak beroperasi lagi.
“Pada CIC 1 beberapa menjadi sukses atau berhasil. Namun, soliditasnya kurang antar pelaku atau pesertanya. Sedangkan, untuk CIC 2 disulitkan oleh kondisi atau keadaan pandemi Covid-19 yang tak kunjung pergi tetapi kekompakan antar peserta benar-benar terasa,” jelasnya.
Meski begitu, tidak lupa dan selesai begitu saja. Indag pun kerap mengadakan event atau acara untuk mempertemukan kembali para peserta CIC dalam bentuk pameran produk dan lainnya. Sehingga, hubungan antar pelaku usaha pun tidak terputus begitu saja.
“Meski, begitu beberapa dari pelaku usaha pun kerap melakukan pertemuan pribadi atau tidak resmi hanya sekedar untuk silaturahmi,” tandasnya. (Sarrah/Job/FC)








Tinggalkan Balasan