KAB. CIREBON, (FC).- Program Comprehensive Industry Coaching (CIC) yang digarap Bidang Perindustrian pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Cirebon sejak tahun 2019 mulai memetik hasil yang cukup memuaskan.

Hal ini dapat dibuktikan dari keberhasilan beberapa pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Kabupaten Cirebon yang menembus pasar Internasional. Salah satunya Lia Mushi yang telah bergabung dalam program CIC 1.

Juga Isni, pemilik usaha Banana Milk, dan Iis Rosiah, pemilik usaha Coklat Tempe yang tergabung dalam program CIC 2. Produk mereka telah melanglang pasar nasional dan Internasional seperti Korea, Australia, Malaysia dan beberapa negara lain.

“Saya senang dan puas hanya dengan keberhasilan mereka, artinya akan ada peluang program ini terus berjalan sehingga akan membawa nama Cirebon juga dalam kancah internasional,” ucap Kabid Perindustrian Disperindag Kabupaten Cirebon, Endang Sri Puji Astuti.

Program yang digarap langsung Bidang Perindustrian dengan dibantu pihak eksternal ini awalnya, sambung dia, disebabkan adanya ketidakberlanjutan perkembangan dari pelaku usaha yang mengikuti pelatihan dan pembimbingan yang diselenggarakan Indag.

“Selama ini melihat para pelaku usaha yang kita beri pelatihan itu tidak ada perkembangan yang cukup signifikan. Maka kita buatlah program CIC ini yang akan berjalan selama 1 tahun penuh. Mulai dari pelatihan selama 3 bulan, lalu disusul pembinaan atau pembimbingan hingga sisa waktu 7 bulan kedepannya,” tutur Endang.

Ditambahkan Endang, dalam program ini para pelaku IKM diajarkan mulai dari cara pemilihan bahan baku, cara produksi, pengemasan, hingga perhitungan untung dan rugi modal usaha, Harga Pokok Penjualan (HPP), dan banyak lagi.