“Jika kecurigaan masyarakat bahwa apa yang dilakukan Gerindra dan PKB hanya sebuah manuver dan “gertak sambal” belaka demi kepentingan sesaat Petingginya, dikhawatirkan akan berdampak kurang baik terhadap kedua Parpol itu,” kata Mang Ewo.

Kehadiran Wabup M.Ridho Suganda yang merupakan putra dari mantan Bupati 2 periode H. Aang Hamid Suganda yang lekat dengan julukan Bapak Hotmix dan Alm. H. Utje Ch Suganda yang juga mantan Bupati Kuningan meneruskan jejak suaminya, tentunya tidak mustahil pula akan memunculkan asumsi sebagai langkahnya untuk memuluskan jalan menuju pertarungan pada Pilkada mendatang.

“Prediksi itu tak berlebihan, jika M.Ridho Suganda punya keinginan sebagai Cabup bukan Cawabup, karena kemungkinan besar H.Acep Purnama diprediksi akan maju kembali sbg Cabup, terlebih aturan masih membolehkan,” kata Mang Ewo.

Tepisah, disampaikan Boy Sandi Kertanegara bahwa salah satu implikasi dari dinamika yang terjadi di Gedung Dewan, pasti akan merembet ke gedung putih. Dan itu merupakan sebuah kewajaran karena memang baik Siliwangi 88 atau Ancaran sama-sama dikendalikan oleh figur Politik.

“Persoalannya, apakah dinamika ini akan mengarah kepada jalan yang konstruktif atau destruktif bagi pembangunan daerah. Itulah yang harus jadi pemikiran lembaga – lembaga yang sedang “bertarung” tersebut. Kalau arahnya destruktif, yang akan rugi masyarakat secara umum,” kata Boy.

Dikatakan Boy, Pandemi Covid -19 masih jauh dari kata usai. Ditambah lagi persoalan – persoalan seperti ini. Mau sampai kapan rakyat hanya disuruh jadi penonton dari sebuah pertunjukan yang kurang enak disaksikan.