“Ya, kita pedagang tidak bisa disalahkan juga, saya punya banyak anak dan istri yang perlu saya kasih makan. Sedangkan bantuan yang diberikan tidak mencukupi keseharian,” tungkas seorang penjual pakaian yang enggan disebutkan namanya.

Sehingga para anggota Forum Silaturahmi Pedagang Stadion Bima (SPPB) memutuskan membuka kembali pasar kaget.

Koordinator Parkir dan keamanan sekaligus pengurus SPPB Asep Rahmat mengatakan, pihaknya membuka kembali dan mengundang para pedagang untuk berjualan atas permintaan para pedagang.

“Belum ada izin dan juga belum ada edaran larangan resmi terkait hal ini, kami hanya membantu para pedagang untuk mencari rezeki,” kata Asep.

Selain itu, ketika awal aktifitas pasar dadakan ini dimulai, masih ada pantauan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sehingga kegiatan ini tidak semena-mena langsung lepas dari sistem protokol kesehatan.

Dalam tugasnya pun, Asep kerap melakukan monitoring keliling terhadap pedagang dan pengunjung yang datang. (Sarrah/Job/FC)