KOTA CIREBON, (FC),- Pasar dadakan atau pasar kaget tiap minggu pagi yang berlokasi di stadion Bima Kesambi, Sunyaragi memulai aktifivitasnya kembali semenjak 4 minggu lalu, setelah sebelumnya ditutup sementara dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pantauan FC, Minggu (13/9), banyak pedagang yang beraktifitas kembali baik penjual lama maupun baru. Hal ini memang disambut antusias oleh masyarakat, terlebih di stadion Bima kerap diadakan senam jantung yang rutin diadakan oleh Badan Pengurus Yayasan Jantung Indonesia.

Masalah utama para pedagang hingga memutuskan untuk berjualan dikarenakan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Bantuan yang diberikan dirasa tidak dapat mencukupi kebutuhan jangka panjang.

“Kita disini jualan buat makan dan juga kebutuhan lain, bantu keluarga juga dan ada grup kan seluruh pedagang, apapun arahan dari pengelola kita ikutin,” ucap silvi, salah satu pedagang di sana.

Seorang pedagang lainnya yang baru berjualan di area tersebut juga menyampaikan, jika dirinya baru disana karena kondisi keuangan suaminya yang sedang tidak baik, sehingga mau tidak mau berjualan untuk kebutuhan dapur.

Namun, sangat disayangkan karena kondisi covid 19 saat ini sedang melonjak kembali. Disisi lain, masalah ekonomi menjadi masalah utama para pedagang.

Baca Juga: Protes Tak Ditanggapi, Pedagang Berjualan di Trotoar

“Ya, kita pedagang tidak bisa disalahkan juga, saya punya banyak anak dan istri yang perlu saya kasih makan. Sedangkan bantuan yang diberikan tidak mencukupi keseharian,” tungkas seorang penjual pakaian yang enggan disebutkan namanya.

Sehingga para anggota Forum Silaturahmi Pedagang Stadion Bima (SPPB) memutuskan membuka kembali pasar kaget.

Koordinator Parkir dan keamanan sekaligus pengurus SPPB Asep Rahmat mengatakan, pihaknya membuka kembali dan mengundang para pedagang untuk berjualan atas permintaan para pedagang.

“Belum ada izin dan juga belum ada edaran larangan resmi terkait hal ini, kami hanya membantu para pedagang untuk mencari rezeki,” kata Asep.

Selain itu, ketika awal aktifitas pasar dadakan ini dimulai, masih ada pantauan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), sehingga kegiatan ini tidak semena-mena langsung lepas dari sistem protokol kesehatan.

Dalam tugasnya pun, Asep kerap melakukan monitoring keliling terhadap pedagang dan pengunjung yang datang. (Sarrah/Job/FC)