KOTA CIREBON, (FC).- Kota Cirebon memiliki beragam destinasi wisata yang menawan. Selain wisata sejarah dan budaya, juga ada wisata belanja dan kuliner.

Akan tetapi, paket wisata yang ada dinilai masih statis. Paket wisata yang ditawarkan kepada wisatawan lebih kepada One Day Trip. Artinya, wisatawan datang pagi sore sudah kembali pulang.

Untuk itu, perlu penambahan paket-paket wisata yang dikemas menarik untuk meningkatkan lama kunjungan (long stay) wisatawan ke Kota Cirebon.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dalam hal ini siap mendukung pengembangan pola perjalanan wisata atau Travel Patern di Kota Cirebon.

“Ada beberapa hal sangat menarik yang siap kami dukung untuk Kota Cirebon saat ini,” kata Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Kemenparekraf, Rizki Handayani pada webinar kepariwisataan dan ekonomi kreatif yang digelar Fajar Cirebon Minggu (2/4).

Acara webinar yang disiarkan live melalui channel youtube Fajar Cirebon ini menjadi ajang diskusi yang menarik untuk diikuti karena menghadirkan narasumber Menparekraf Sandiaga Uno dan Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati

Webinar Forum Group Discussion (FGD) yang digelar offline dan online ini juga menghadirkan beberapa narasumber lain, yaitu Sultan Kacirebonan, Abdul Gani Natadiningrat, Direktur Politeknikpar Prima Internasional, Chondro Suryono.

Juga ada narasumber Dosen Ilkom Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ida Ri’aeni, Anggota DPRD Kota Cirebon, Dani Mardhani, serta Pelaku Ekonomi Kreatif Cirebon, Hisyam Sulaiman.

Baca Juga: Eti Minta Dukungan Kemenparekraf Wujudkan Pariwisata Kota Pusaka

“Memang kalau dilihat dari event-event disini sangat banyak sekali event-event yang sangat menarik yang bisa kita dukung. Beberapa memang sudah masuk di dalam agenda kita,” kata Deputi 6 Kemenparekraf ini

Tahun-tahun sebelumnya, lanjut Rizki Handayani, hanya ada 100 Calender of Event yang diluncurkan Kemenparekraf. Tetapi sekarang, semua event yang ada akan dimasukan dalam agenda yang ada di Kemenparekraf.

Terkait pengembangan produk wisata travel pattern, dikatakan Rizki, karena melihat Kota Cirebon sebagai destinasi wisata religi Walisongo.

Selain itu Kota Cirebon juga menjadi destinasi wisata jalur samudera (Pantai Utara) Cheng-Ho.

“Jadi sebenarnya kalau kita lihat Kota Cirebon bisa masuk ke travel pattern kaitannya dengan Walisongo dengan travel patern Ceng-Ho. Peradaban China jalur pantai utara itu sangat kuat. Sebenarnya dari dulu ada dua hal tersebut yang bisa kita masukan,” kata Rizki

Baca Juga: Bangun Kolaborasi Pentahelix, Fajar Cirebon Gelar Webinar Kepariwisataan

Selanjutnya adalah Kota Cirebon sebagai destinasi wisata belanja yang menjadi daya tarik para wisatawan domestik.

“Wisatawan domestik Jakarta sebenarnya banyak sekali travel yang pergi pagi pulang sore untuk belanja batik. Nah, mungkin kita harus tambah supaya dia ada lama tinggalnya bertambah dengan kemudian membuat paketnya menjadi lebih menarik,” tandasnya

Untuk mendorong pengembangan produk wisata travel pattern, lanjut Rizki, Kemenparekraf akan berkoordinasi dengan travel-travel agent. “Nanti kami koordinasikan juga dengan teman-teman dari travel, ataupun segmen market tertentu yang memang tujuannya kesana untuk belanja dan kuliner,” tutupnya.. (Andriyana)