KOTA CIREBON, (FC).- Pemerintah Kota Cirebon meminta dukungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dalam mewujudkan pengembangan destinasi wisata baru Kota Pusaka Kota Cirebon.

Hal tersebut mengemuka dalam acara webinar kepariwisataan dan ekonomi kreatif yang digelar Fajar Cirebon dengan menghadirkan narasumber Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Saindiaga Uno, Minggu (2/4).

Wakil Walikota Cirebon, Eti Herawati saat menjadi narasumber pada webinar yang dikemas dalam format acara Forum Group Discussion (FGD) itu menyampaikan beberapa hal terkait pengembangan kepariwisataan di Kota Cirebon.

Salah satunya pengembangan wisata Kota Pusaka di kawasan BAT yang sedang dikembangkan Pemkot Cirebon.

Kawasan BAT ini menawarkan keindahan bangunan-bangunan bergaya arsitektur eropa yang menjadi saksi sejarah kolonial Belanda di masa lalu.

Konsep wisata Kota Pusaka akan menghubungkan satu destinasi ke destinasi lain yang meliputi kawasan bangunan tua di Pelabuhan Cirebon, keraton-keraton, gedung bundar lapangan Kebumen, hingga Kampung Pecinan dan Kampung Arab.

“Ada di Pelabuhan ada Kota Tua, memang tidak seluas yang di Semarang, tapi cukup signifikan barangkali Mas Menteri berkunjung ke Cirebon saya siap untuk keliling karena ini adalah potensi yang kita punya,” tandas Eti

Saat ini, dikatakan Eti, penyusunan DED (Detail Enginering Design) itu sedang berjalan (on progress).

“Ada kampung Arab dan Kampung Pecinan yang DED nya juga sudah kita siapkan,” tandasnya saat melakukan talkshow virtual langsung dengan Menparekraf, Sandiaga Uno.

“Perlu dukungan dari Kementerian, yang salah satunya hari ini kami sungguh-sungguh sangat mengharap keraton-keraton ini tentu harus dikaitkan dengan Kota Pusaka peninggalan sejarah yang kita punya,” lanjutnya.

Sementara itu, terkait pengembangan Ekonomi Kreatif, Eti juga menyampaikan program-program yang sudah dan sedang akan dikembangkan.

Eti juga berharap agar agretment slot kegiatan kepariwisataan dan UMKM yang pernah dilakukan oleh Pemkot Cirebon dengan Kemenparekraf ada realisasi.

“Kota Cirebon pernah ada agretment yang sudah dilakukan. Salah satunya UMKM dan Pariwisata. Kami berharap agar ada tindaklanjutnya,” ungkap Wakil Walikota Cirebon

Acara webinar yang disiarkan live melalui channel youtube Fajar Cirebon ini menjadi ajang diskusi yang menarik untuk diikuti. Acara dipandu oleh moderator Direktur Media Fajar Cirebon, Dea Angkasa Putri Supardi

Diskusi FGD yang digelar offline dan online ini juga menghadirkan beberapa narasumber lain, yaitu Sultan Kacirebonan, Abdul Gani Natadiningrat, Direktur Politeknikpar Prima Internasional, Chondro Suryono.

Kemudian juga ada Dosen Ilkom Universitas Muhammadiyah Cirebon, Ida Ri’aeni, Anggota DPRD Kota Cirebon, Dani Mardhani, serta Pelaku Ekonomi Kreatif Cirebon, Hisyam Sulaiman.

Acara diskusi webinar FGD yang digelar Fajar Cirebon dalam memperingati ulang tahunnya ke-9 itu berlangsung mulai sekitar Pukul 21.00 sampai 22.30 WIB.

Lebih lanjut dikatakan Eti, potensi Kota Cirebon terhadap pariwisata begitu tinggi, dan menjadi penyumbang PAD tertinggi.

“Hotel kita cukup banyak, sekitar 65 hotel. Kalau dengan guest house dan sebagainya hampir 100. UMKM kita luar biasa banyak, dan hari ini di situasi pandemi, kegiatan UMKM begitu menggeliat,” ungkapnya

Eti mencontohkan, tingginya pergerakan ekonomi Kota Cirebon tersebut dapat tercermin dari tingkat pengguna transportasi online yang berada pada peringkat satu di Jawa Barat.

“Untuk pengguna Grab dan Gojek, Jawa Barat itu kita nomor satu. Itu berarti potensi perekonomian yang luar biasa. Begitu pun dari alat-alat kesehatan dan sebagainya kita tetap nomor 2 setelah nomor 1 Kota Bandung,” kata Eti

Sementara itu, dalam kesempatan acara webinar ini, Menparekraf Sandiaga Uno banyak menyampaikan paparan berkaitan dengan tema yang dibahas yaitu Peningkatan Kapasitas Pariwisata dan Ekonomi Kota Cirebon.

Juga pemaparan tentang arah kebijakan pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah disusun mengacu RPJMN 2020-2024.

RPJMN tersebut memuat beberapa nilai utama yang menjadi paradigma baru pembangunan kepariwisataan nasional.

Nilai-nilai utama tersebut disebutkan Sandiaga Uno meliputi pariwisata berkelanjutan, SDM terampil, kepuasan pengalaman, diversifikasi produk dan jasa, serta adopsi teknologi.

Pilar pembangunan pariwisata dan ekonomi kreatif nasional berbasis pada quality tourism experience, pariwisata berbasis ekonomi kreatif dan nilai tambah ekonomi kreatif.

“Jadi kalau Cirebon itu kan sudah jadi. Selain berwisata kita juga belanja. Itu namanya wisata shooping, produk-produknya ekonomi kreatif,” kata Sandiaga Uno.

Strategi pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif juga ditekankan pada 3 hal penting, yaitu inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.

Untuk Inovasi, Menparekraf mengajak pemerintah daerah untuk membangun community based creative tourism yang berbasis masyarakat lokal, pengembangan desa wisata, dan travel pattern

Kemudian untuk kolaborasi, dilakukan dengan semua pihak maupun stakeholder untuk menciptakan lapangan kerja seluas-luasnya.

Menparekraf terus mendorong kolaborasi Pentahelix (Akademisi, Badan Usaha, Komunitas, Pemerintah dan Media).

Baca Juga: Bangun Kolaborasi Pentahelix, Fajar Cirebon Gelar Webinar Kepariwisataan

“Ada 3 pilar platform kita, inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Ini yang ingin saya lakukan,” kata Menparekraf

Terkait penyampaian pengembangan Kota Pusaka seperti yang dipaparkan Wakil Walikota Cirebon, SandiagaUno sangat merespon dan akan menjadi catatan.

Juga adanya usulan program bedah kuliner, dirinya juga akan mendorong, juga beberapa program lainnya Sandiaga Uno menyatakan akan mensuport.

“Walaupun Cirebon tidak masuk di destinasi super prioritas, tapi di hati saya sangat, sangat terprioritaskan,” kata Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa neneknya berasal dari Majalengka dan Ibunya lahir di Indramayu. (Andriyana)