Empat Orang Anggota Keluarga Sopir Bus Diperiksa PCR
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
Menurutnya, imbauan itu dilakukan mengingat dari hasil tracing dan tracking pasien Covid-7 Majalengka itu pernah melakukan kontak fisik selama melakukan karantina mandiri dengan berbagai masyarakat.
“Saya meminta agar masyarakat Sadomas melakukan lockdown selama 14 hari, mengingat riwayat perjalanan sopir itu sempat berbaur dengan banyak orang seperti shalat taraweh, Lebaran dan interaksi lainnya. Meski sopir sendiri secara fisik dalam keadaan baik,” kata Karna dalam jumpa pers bersama para awak media, di halaman kantor Bupati setempat.
Masih dikatakan dia, alasan lain mengapa pihaknya meminta agar dilakukan lockdown lokal, karena hawatir terjadi transmisi lokal penyebaran Covid-19 di Majalengka semakin meluas.
Jika diperlukan, sambung dia, pihaknya siap memberikan subsidi berupa bantuan makanan bagi masyarakat desa setempat.
“Saya sendiri belum mengetahui dari mana penularan itu secara pastinya, tapi besar kemungkinan akibat imported case,” katanya. (Munadi).








Tinggalkan Balasan