MAJALENGKA, (FC).- Pasca ratusan masyarakat Desa Cibogor Kecamatan Ligung mengerudug kantor desa pada Kamis malam kemarin, akibat ulah oknum pamong desa (Lebe) yang menilep jatah Bantuan Tunai Non Pangan (BPNT) milik Wartini, warga Blok Selasa selama kurang lebih dua tahun, sejumlah warga mendesak agar permasalahan tersebut diusut tuntas.

Mereka beranggapan, mustahil kalau seorang lebe melakukannya sendiri tanpa campur tangan pihak lain. “Pokoknya harus diusut tuntas, bisa jadi ada pihak lain yang ikut berperan atas penyelewengan BPNT tersebut,” ujar sorang warga kepada FC melalui pesan WhatsApp nya.

Sementara itu Camat Ligung H.Komarudin sangat prihatin atas kejadian yang menimpa Desa Cibogor. Dimana ada oknum pamong desa yang tega mengambil hak warganya. Padahal bantuan tersebut sangat dibutuhkan oleh si penerima.

“Tapi Alhamdulillah permasalahannya sudah selesai, karena kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Yang bersangkutan (lebe) siap mengganti kerugian warga, bahkan di sekarang sudah mengundurkan diri dari jabatan pamong yang diembannya,” ujar Camat Komarudin, Senin (22/6).

Disisi lain, Camat menghimbau kepada semua penyalur BPNT dalam hal ini E Warung harus teliti dalam menyalurkan bantuan tersebut. Jangan asal ngasih walaupun yang datang membawa kartu sembako.

“Pastikan bahwa nama penerima dengan di kartu sembako harus sama, kalau tidak sama jangan dikasihkan. Hal ini untuk menghindari kejadian serupa,” tegas Camat.