Tapi karena belum tuntas, lanjutnya, banjir pun masih kerap dirasakan warga. Selain itu, ketika ia menggelar reses di Arjawinangun, politisi PKB itu mendapat keluhan terkait kurang maksimalnya pelayanan PDAM. Air PDAM tidak lancar. Seringnya mampet, warga pun dibuat kesal karenanya.

“Kalau di Arjawinangun mereka kekurangan air. Air dari PAM-nya tidak ngocor. Saya jadi punya keinginan untuk mengagendakan kunjungan ke sana,” ungkapnya.

Karena selama ini hanya pihak tertentu saja yang mendapatkan pelayanan optimal. Masyarakat umum kesulitan.

“Ya hanya yang beruntung saja, yang airnya lancar. Harusnya pelayanan bisa maksimal. Minimalnya bisa untuk cebok. Ini sih kurang pisan,” kata Hanifah. (Suhanan)