Pun juga terkait sampah. Memang untuk persoalan ini, menurutnya, tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kepada pemerintah daerah. Tapi harus ada kesadaran dari masyarakatnya juga, jangan membiasakan membuang sampah sembarangan.

“Karena walaupun sudah diambil, diangkut, dikeruk, sampahnya numpuk lagi. Itu karena kesadaran masyarakatnya dalam membuang sampah secara baik belum terarah. Mereka masih belum bisa mengubah gaya hidupnya,” kata Hanifah.

Tak hanya itu, persoalan banjir pun menjadi keluhan yang disampaikan kepadanya. Beberapa titik masih mengalami banjir.

“Khususnya di Bayalangu, banjir di sana banjirnya bukan satu dua jam. Jadi masyarakat selalu khawatir kalau sudah turun hujan. Bisa sampai stres mereka,” katanya.

Hal ini, menurutnya, wajar saja karena sungai-sungainya sudah mengalami sedimentasi yang cukup tebal. Harus dilakukan perbaikan.

“Ada sungai Sirganala. Ini menjadi kewenangan BBWS. Harusnya bisa dikeruk secara tuntas. Di sana memang sudah dilakukan pengerukan. Informasinya sampai menghabiskan anggaran Rp600 juta untuk pengerukannya,” ungkapnya.