Namun pada penyaluran tahap kedua untuk Kabupaten Cirebon mendapat 29. 964 KK atau hilang lebih dari 30 ribu KK. Dirinya sudah mendapatkan aduan dari Dinsos Kabupaten Cirebon terkait perubahan penguranagan nama penerima Banprov yang mencapai sekitar 50 persen.

“Besok (senin) Komisi 2 akan meminta penjelasan Gubernur untuk mengetahui alasannya kenapa bisa seperti ini, terutama banyaknya penerima banprov di dapil 12 jabar yang sangat drastis perubahannya,” kata Yuningsih

Dirinya ingin mendapat penjelasan terkait persoalan perubahan data penerima banprov ini. Selain itu juga prosedur penyaluran juga ada perubahan dari tahap awal turun ke kantor pos dan langsung disalurkan ke KPM.

Pada tahap kedua prosedur dinilai lebih rumit, dari pemprov ke Bulog kemudian ke kantor pos dan dilanjutkan ke Karang Taruna, baru disalurkan ke keluarga penerima. Selain itu ditahap 2 isi paket tidak ada telor tapi diganti masker.

“Informasi awal perubahan data tersebut alasannya karena banyak double data penerima, tapi kami dari Komisi 2 DPRD Provinsi Jabar besok akan meminta penjelasan Gubernur untuk mengetahui alasannya kenapa bisa seperti ini, terutama banyaknya penerima banprov di dapil 12 jabar yang sangat drastis perubahannya,” ungkapnya. (Nawawi)