08/07/2017
419 Views
Oleh: Hasan Basri
KARAWANG, tintabiru.com/ – Ketua PGRI Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, akhirnya angkat bicara soal banyaknyanya siswa titipan para pejabat yang diterima masuk ke SDN Nagasari VI, salah satu SD favorit yang ada di kota Karawang.
Saat ditemui tintabiru.com/ pada jum’at (7/7/17) siang, Ketua PGRI Kecamatan Karawang Barat, Karsin Spd, menyebut jika pernyataan yang dilontarkan Euis Sumiati terkait PPDB Online di SDN Nagasari VI adalah ngawur.

“Apa yang dikatakan ibu Euis Sumiati itu ngawur, dia itu bukan Kepala Sekolah SDN Nagasari VI, karena sejak 5 bulan lalu, jabatan Euis Sumiati selaku Kepala Sekolah SDN Nagasari VI telah diberhentikan oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, “kata Karsin.
Ketua PGRI Kecamatan Karawang Barat ini mengaku, semua yang dilontarkan Euis yang menyebut jajaran Muspida hingga Komandan Kodim 0604 Kabupaten Karawang telah melakukan praktek titip menitip calon siswa adalah tidak benar.
“Saya heran, kenapa Euis sok tahu, padahal dia bukanlah Kepala Sekolah SDN Nagasari VI, karena yang menjabat sebagai Kepala sekolah di SD tersebut adalah saya, “ujarnya.
Dirinya juga menegaskan, pasca diberhentikannya Euis Sumiati sebagai Kepala SDN Nagasari VI oleh Bupati Karawang 5 bulan lalu, kekosongan jabatan Kepala Sekolah tersebut dijabat oleh dirinya.
“Sejak 5 bulan, jabatan Kepala SDN Nagasari VI itu diembankan kepada saya, “ucap dia.
Atas ucapan Euis tersebut, lanjut dia, nama baik SDN Nagasari VI yang dipimpinnya menjadi tercemar.
“Saya adalah orang yang paling bertanggjung jawab di SDN Nagasai VI, sementara, jangankan menjabat sebagai Kepala Sekolah, jadi panitia PPDB online pun Euis tidak dilibatkan, sehingga dia tidak tahu menahu mengenai PPDB Online tahun ini, “ungkapnya.
Tak hanya itu, pernyataan Euis yang menyebut jika Dandim 0604 Kabupaten Karawang terlibat dalam praktek titip menitip calon siswa untuk bisa diterima di SDN Nagasari VI, telah mencemarkan nama baik instansi Militer.
“Pasca beredarnya berita itu, saya beserta jajaran Disdikpora Kabupaten Karawang langsung menemui Pak Dandim 0604, untuk meminta maaf, dan perlu diketahui, Pak Dandim itu tidak memiliki anak usia SD, bahkan semua keluarga Pak Dandim tinggalnya di Purwakarta, sehingga puteranya pun sekolah disana, “tuturnya.
Karsin menambahkan, kendati nama Dandim 0604 Karawang telah dicatut sebagai perwira TNI yang ikut terlibat dalam praktek titip menitip calon siswa baru pada PPDB online 2017, namun jelas dia, saat dirinya menemui Letkol Arm Ayi Yosa Karya Winaya, S.sos MM, selaku Komandan Kodim 0604 Kabupaten Karawang, orang nomor satu di jajaran Militer Kabupaten Karawang tersebut malah berterimakasih, karena apa yang dituduhkan Euis Sumiati membuatnya menjadi lebih mawas diri.
“Setelah saya menemui pak Dandim untuk memohon maaf, beliau malah tersenyum dan berterimakasih kepada saya karena telah merespon berita yg ada di media, pak dandim sendiri tidak pernah mengenal ibu Euis apalagi memiliki nomor kontak pribadinya, “tandasnya.
Kendati demikian, lanjut dia, selaku Plt. Kepala Sekolah SDN Nagasari VI, dirinya tetap memohon maaf akibat ucapan Euis yang telah membuat resah kalangan TNI yang ada di Kabupaten Karawang. (*)

