PURWAKARTA – Keren! Ini hasil kerja bareng Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Purwakarta bersama Dekranasda setempat, Galeri Menong. Sebuah outlet yang memamerkan dan menjual oleh-oleh khas Purwakarta, mulai dari makanan ringan sampai olahan kayu/bambu, kramik, kaos dan batik. Semua barangnya, merupakan karya warga Purwakarta, yang sebagian besar merupakan kaum ibu.
Sekilas, orang mengira kalau bangunan agreng dengan desain unik yang berdiri di atas lahan milik pemerintah setempat eks program PNPM di Jalan Veteran, samping Mapolres Purwakarta ini adalah sebuah galeri milik seniman ternama. Padahal, bangunan yang di tembok atasnya bertuliskan “Galeri Menong” dengan logo ukiran perempuan cantik ini adalah milik Pemkab Purwakarta yang dikelola oleh kaum ibu, atas gagasan Ketua Dekranasda Purwakarta, di bawah binaan Bidang Perindustrian, Dinas Koperasi UMKM Perindag setempat.
“Disini kami memamerkan dan menjual oleh-oleh khas Purwakarta, mulai dari makanan hingga cinderamata dan pakaian. Semuanya merupakan karya warga Purwakarta, yang didominasi oleh para kaum ibu. Dan semuanya ini merupakan pelaku UMKM,” ujar Ketua Dekranasda dan Penggerak PKK Kabupaten Purwakarta, Hj. Anne Ratna Mustika, saat berbincang dengan tintabiru.com/.
Ide pendirian galeri tersebut, kata dia, adalah sebagai upaya penguatan ekonomi masyarakat Purwakarta, terlebih para ibu yang berkecimpung di bidang UMKM. Selain itu, juga untuk memberdayakan serta mengembangkan potensi masyarakat, disamping upaya melestarikan makanan serta kerajinan tangan khas Purwakarta.
“Disini kami memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada para ibu, pelaku UMKM untuk berkarya dan memperoleh penghasilan untuk membantu perekonomian keluarganya. Soal promosi, pengemasan dan penjualan, kami yang melakukan,” lanjutnya.
Berbagai barang terpajang di galeri ini. Seperti, makanan mulai dari simping, kripik tahu hingga sate maranggih. Selain itu ada kerajinan tangan, mulai dari yang berbahan baku kayu, bambu hingga keramik. Tak ketinggalan juga, kaos bergambar tempat sejarah dan objek wisata Purwakarta. Dan yang lebih menakjubkan, ada batik khas Purwakarta juga.
“Kebanyakan orang mengenal batik itu kan hanya dari Pekalongan, Solo atau Cirebon. Padahal, Purwakarta juga batik. Dan batik Purwakarta tak kalah bagusnya dengan batik dari daerah lain. Kita punya corak dan kain yang khas,” jelas wanita yang akrab disapa Ambu Anne ini.
Corak atau jenis batik Purwakarta, lanjut dia, diantaranya adalah Balidra, Gapura Melati, Manggis, Keramik, Garabah dan Jurang Apak. “Corak ini, tidak ada di batik daerah lain,” tambah wanita yang juga merupakan istri Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi ini.
Galeri Menong ini memang sangat unik. Selain dari barang-barang yang dipamerkan dan dijual, juga dari sistem pengelolaanya. “Disini kami sifatnya konsinyasi. Mereka nitip, lalu ada beberapa persen untuk pihak pengelola,” ujar Staf Bidang Industri Dinas Koperasi UMKM Perindag Purwakarta, Eka.
Ada proses yang dilakukan untuk menitipkan barang yang akan dijual di Galeri Menong. Salah satunya, penyortiran. “Kami turun langsung ke wilayah-wilayah UMKM di Kabupaten Purwakarta. Selain melakukan pendataan, juga menyeleksi hasil produksinya. Yang memenuhi kriteria, kami ajak gabung untuk memasarkan barangnya di Galeri Menong,” tambah Eka.
Untuk bidang UMKM dan kerajinan tangan, Purwakarta sendiri menyimpan banyak potensi. Dan dari sekian banyak UMKM serta kerajinan tangan, ada beberapa yang sudah go internasional, alias melakukan ekspor. Salah satunya keramik.
“Keramik Purwakarta yang sentranya berada di Plered, sudah melakukan ekspor sejak tahun 1990-an,” ujar Kepala Bidang Perindustrian Dinas Koperasi UMKM Perindag Purwakarta, Tedi Kustiadi.
Namun, diakui Tedi, keramik bukan satu-satunya komoditi unggulan Purwakarta untuk bidang tersebut. “Ada lima komoditi unggulan Purwakarta. Selain keramik, juga ada olahan bambu, olahan kayu, food etnik dan industri aneka seperti topi dan konveksi,” kata Tedi.
Dijelaskan Tedi, Galeri Menong bukan yang pertama dan terakhir yang akan dibangun di Purwakarta, sebagai tempat menampung sekaligus memasarkan hasil produksi pelaku UMKM. “Seperti kata Pak Bupati Dedi, jangan hanya satu galeri seperti ini di Purwakarta. Makanya, kedepan kami akan kembali membuka galeri yang sama di beberapa lokasi berbeda,” tutup Tedi. (lit)
Related
