10/09/2019
Dunia Islam, Headline, Karawang
48 Views
Oleh: Darsen Tajudin
KARAWANG, tintabiru.com/ – Dalam rangka memperingati 10 Muharram1441 H, salah seorang tokoh agama Cilamaya hilir, H. Suhara, Senin (9/9/2019) pagi menggelar santunan anak yatim dan sunatan massal. Anak yatim yang disantuni oleh H. Suhara berasal dari beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Karawang.

Riuh gemuruh dan suara tangis terdengar dari dalam kediaman sang dermawan yang dijadikan tempat berlangsungnya acara santunan dan sunatan massal tersebut.
Ekspresi wajah anak-anak yatim terlihat ada yang menangis sambil memeluk ibunya ada juga yang meringis menahan rasa sakit. Namun rintihan dan tangisan itu berubah menjadi ceria saat H. Suhara memberikan uang kepada mereka.

“Menyantuni dan menyayangi anak yatim adalah kewajiban kita sebagai umat muslim, karena anak-anak ini telah kehilangan sosok ayah yang menjadi pelindung dan tempat bermanja dalam hidup mereka. Terlebih mereka yang telah menjadi yatim piatu, yakni anak yang tidak memiliki kedua orang tua. Mereka tidak bisa mendapatkan kasih sayang dari ayah dan ibunya, karena keduanya telah tiada disaat mereka masih usia dini, “ ujar H. Suhara.
Ditambahkan dia, menyayangi dan menyantuni anak yatim tidak dikhususkan pada waktu tertentu semisal hanya pada setiap tanggal 10 Muharram saja. Namun, kata dia, islam menganjurkan untuk menyantuni dan menyayangi anak yatim setiap hari tanpa dikhususkan waktunya.
“Saya sengaja mengadakan acara santunan anak yatim sekaligus sunatan massal pada bulan Muharram ini. Karena 10 Muharram dikenal sebagai hari rayanya anak yatim. Alhamdulillah, meski antriannya cukup panjang tetapi acara inii tetap berlangsung dengan khidmat, ”tutupnya. (*)

