4 minggu ago
62 Views
Oleh: Nurajat
KARAWANG, tintabiru.com/ – Dampak tumpahan minyak yang diakibatkan oleh kebocoran pipa milik PT Pertamina yang terjadi beberapa bulan lalu, hingga sekarang masih dirasakan oleh masyarakat di 23 Desa dan 9 Kecamatan yang berdomisili di pesisir pantai utara Karawang.

Dari jumlah 10773 warga pesisir yang notabenenya nelayan, petambak, pengelola pasar dan pemasaran perikanan.
Bukan hanya para nelayan pesisir pantai utara Karawang yang dirugikan oleh dampak dari kebocoran pipa pertamina tersebut, Kerugian pun sangat dirasakan oleh pengusaha yang bergerak di sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Karawang.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karawang, Okih Hermawan, saat menghadiri diskusi publik yang bertema “Tumpahan Minyak Pertamina di Karawang” yang digelar di DPC PDI Perjuangan dimotori oleh Banteng Muda Indonesia pada Jum’at (27/102019) kemarin.
Menurut Okih Hermawan, di sepanjang pantai utara Karawang, ada sebanyak 8 titik objek wisata yang telah tercemari tumpahan minyak yang diakibatkan oleh kebocoran pipa milik pertamina sehingga ada penurunan jumlah pengunjung.
“Selama 3 bulan ke belakang ada penurunan jumlah pengunjung di 8 titik tempat pariwisata yang ada di pesisir pantai utara sepanjang 84 km. Berdasarkan data yang kami terima dari para pengelola tempat pariwisata jumlah pengunjung mengalami penurunan yang sangat drastis, “tutur Okih Hermawan.
Untuk kembali meningkatkan minat para pengunjung, lanjut Okih, Disbudpar Kabupaten Karawang telah melakukan berbagai event diantaranya adalah, pestival Goyang Karawang (Gokar).
“Untuk kembali meningkatkan gairah di sektor pariwisata yang berada di pesisir pantai utara Karawang, Disbudpar Kabupaten Karawang telah melakukan berbagai event dalam rangka untuk meningkatkan jumlah pengunjung wisata.
“Salah satunya kita telah menggelar pestival Goyang Karawang, “pungkasnya. (*)

