Molor! Mutasi di Pemkab Karawang, “Ada Kesan upaya Memperpanjang ‘Umur’ Pejabat” –

14 Januari 2017

Headline, Karawang

Oleh: Hasan Basri

FAKTANYA, hingga saat ini mutasi dan rotasi di Pemkab Karawang masih belum dilakukan. Molornya mutasi dan rotasi ini, tentunya bukan tanpa alasan. Ada kesan kesengajaan, mengulur-ulur pelaksanaan mutasi dan rotasi, dari pihak yang berwenang terkait proses tersebut. Padahal, perombakan di tubuh Pemkab Karawang ini merupakan sesuau yang sangat penting, untuk menunjang program kerja Cellica Nurrachadiana – Ahmad Zamakhsyari (Jimmy).

Wajah Teh Celli saat mengetahui adanya PNS yang tak disiplin
Wajah Teh Celli saat mengetahui adanya PNS yang tak disiplin

“Mestinya, mutasi dan rotasi sudah dilakukan sebelum akhir tahun kemarin. Tapi nyatanya, itu tidak dilakukan. Bahkan, hingga saat ini pelaksanaan mutasi dan rotasi masih belum jelas,” ujar sumber tintabiru.com/ di Pemkab Karawang, Sabtu (14/1/2017).

Yang di akhir tahun kemarin dilakukan, bukanlah pelaksanaan mutasi dan rotasi. Melainkan, hanya pengukuhan pejabat dan staf untuk dua SKPD baru. “Jadi salah jika kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Desember 2016 disebut mutasi dan rotasi. Itu hanya pengukuhan untuk mengisi dua SKPD yang baru,” tambah dia.

Keberadan dua SKPD baru sendiri, merupakan langkah penyesuaian dengan Perangkat Daerah Baru berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Karawang Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Karawang.

Perangkat Daerah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 14 Tahun 2016. Jumlah jabatan pada Perangkat Daerah tersebut sebanyak 1.247 jabatan. Terdiri dari eselon II.a sebanyak 1 orang, eselon II.b sebanyak 36 orang, eselon III.a sebanyak 80 orang, eselon III.b sebanyak 136 orang, eselon IV.a sebanyak 718 orang, dan eselon IV.b sebanyak 276 orang.

Sementara untuk OPD lainnya, yang sudah ada sebelumnya, hingga saat ini belum ada perombakan. Kondisi ini, tentu saja menimbulkan pertanyaan besar, apa kerja Baperjakat? Atau ini memang sengaja diciptakan untuk memperpanjang “umur” jabatan seorang pejabat tinggi di Pemkab Karawang, yang sebelumnya ramai dikabarkan akan menempati pos baru di Pemprov Jabar?

Entahlah. Yang jelas, hingga saat ini ribuan PNS di Pemkab Karawang tengah dihantui perasaan harap-harap cemas. Mereka tak tahu dengan nasibnya di kemudian hari. Entah akan masuk “kotak”, tertendang, ataukah menduduki kursi empuk yang basah? Semuanya masih gelap.

Sebagai pimpinan tertinggi di Pemkab Karawang, Teh Celli (panggilan akrab Cellica Nurrachadiana), terlihat sangat cerdas. Dia menutup rapat informasi soal penempatan pejabat dan PNS yang akan menjalani mutasi dan rotasi. Dia pun menjaga jarak dengan semua bawahannya. Hal itu memang sengaja dilakukannya, hanya untuk menjaga “kemurnian” proses mutasi dan rotasi, dengan harapan untuk perubahan managerial Pemkab Karawang.

“Saya ingin menciptakan pemerintahan yang bersih. Makanya, siapapun yang bermain dalam proses ini, akan saya tindak,” tegas Teh Celli, beberapa waktu lalu.

Cellica memang teguh menutup rapat soal penempatan pejabat dalam mutasi dan rotasi yang akan dilakukan dalam waktu yang tak lama lagi ini. Orang nomor satu di Pemkab Karawang ini hanya memaparkan soal proses penempatannya sekaligus mekanisme dalam mendapatkan kursi di pos-pos tersebut.

“Saya berharap, semua pejabat dan PNS menjungjung tinggi profesionalisme, loyalitas dan bertanggungjawab. Mutasi dan rotasi tidak melulu dilakukan perperiodik, tapi bisa kapan saja,” lanjut Teh Celli. (*)

Pos terkait