17/12/2018
427 Views
Oleh: Darsen Tajudin
KARAWANG, tintabiru.com/ – Menyikapi masalah pencemaran limbah minyak di perairan Tambaksumur yang mengakibatkan ribuan ikan milik petani tambak di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang beberapa hari lalu mati secara mendadak, Kepala Desa Sedari, Bisri Mustopa, menegaskan, masyarakatnya tidak mengetahui siapa pemilik anjungan lepas pantai (platform) yang menyebabkan adanya pencemaran limbah minyak di sekitar perairan tersebut sehingga para petani tambak mengalami banyak kerugian.

Dikatakan Bisri, warganya hanya memahami bahwa, Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) adalah perusahan yang mengelola minyak dan gas bumi disekitar wilayah laut dan pantai, sehingga wajar jika masyarakat mengajukan tuntutan ganti rugi kepada PHE ONWJ.
“Kami berharap kepada pihak-pihak terkait untuk menyampaikan kepastian kapan kompensasi kepada para petani tambak dan nelayan akan direalisasikan? Sebab sampai saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak PHE ONWJ. Padahal sebelumnya PHE ONWJ telah menjanjikan, jika hasil uji lab sudah diketahui maka akan disampaikan kepada masyarakat. Sementara pasca pembersihan oil spill dipantai, kematian ikan ditambak masih terus terjadi. Para petani tambak lainnyapun merasa was-was memasukan air baru ke dalam tambaknya, sebab mereka takut ikannya keracunan dan secara otomatis sangat menggangu pertumbuhan ikan milik mereka, “Desak Bisri Mustopa. (*)
Berikut ini Videonya:

