Biadab!! Sembilan Siswa SMPN di Cibuaya Jadi Korban Pelecahan Seksual Oknum Guru Honorer –

1 minggu ago

Headline, Karawang

708 Views

Oleh: Darsen Tajudin

KARAWANG, tintabiru.com/ – Sembilan siswa kelas VIII SMPN Satu Atap (Satap) Sedari Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang Jawa Barat mengaku menjadi korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum guru honorer berinisial OMN. Kesembilan siswa itu mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual sejak mereka masih duduk di kelas VII.

Korban pelecehan seksual (Ilustrasi)

Terungkapnya perbuatan bejat oknum guru honorer di SMPN Satap Sedari Kecamatan Cibuaya itu bermula saat guru ngaji korban bernama Ust. Suparta keheranan ketika melihat anak didik ngajinya itu berlarian saat OMN datang berkunjung ke rumah sang ustadz.

“Saya sempat keheranan!! Kenapa anak-anak itu berlarian dan ngumpet ketika OMN bertamu ke rumah saya, padahal sebelumnya anak-anak itu sedang asyik mengobrol dan bercanda di rumah saya, “ujar Suparta, Rabu (26/9/18).

Untuk mengobati rasa penasarannya, Suparta kemudian menanyakan hal itu pasca OMN  pergi meninggalkan rumahnya.

“Anak-anak itu kemudian saya tanyai satu persatu perihal kenapa mereka lari dan ngumpet saat guru sekolahnya datang. Mereka menjawab bahwa kedatangan OMN ke rumah saya dalam rangka meminta mereka untuk mau menginap di rumah OMN. Kemudian saya kembali menanyakan kenapa mereka tidak mau menginap di rumah guru tersebut. Dari sinilah satu persatu korban pelecahan seksual oknum guru honorer SMPN Satap Sedari itu mulai menceritakan kronologisnya secara lengkap, “jelas Suparta.

Informasi yang berhasil dihimpun tintabiru.com/ menyebutkan, kesembilan siswa SMPN Satap Sedari yang menjadi korban pelecehan seksual OMN itu adalah: T, YNT, KRSN, DP, WWN, HRMN, SPT, SPD dan DRMN.

Kepada tintabiru.com/, salah seorang korban berinisial AT menceritakan pengalaman pedihnya saat ia dipaksa meladeni nafsu bejad oknum guru honorer tersebut. AT mengaku diancam akan dikurangi nilai raportnya dan tidak akan bisa naik kelas jika menolak meladeni nafsu setan OMN.

“Saat saya ikut menginap di rumahnya, sekujur tubuh saya diraba-raba oleh OMN. Saya tidak bisa berbuat apa-apa saat OMN memegang anu saya dan kemudian mengocoknya. Saya pasrah dan tidak berani melawan karena OMN mengancam akan mengurangi nilai raport saya hingga saya tidak bisa naik kelas, “aku AT dengan nada ketakutan.

Hal senada diungkapkan KRSN. KRSN mengaku pernah dijemput OMN kerumahnya dengan alasan untuk menemaninya pada acara bakar-bakar ikan bersama teman lainnya. Padahal, ujar KRSN, hal itu hanya bujukan semata agar OMN bisa mendapatkan korban pelecehan seksual berikutnya.

Berbeda dengan AT dan KRSN, salah seorang korban berinisial DN mengaku menjadi korban pelecehan seksual OMN hingga beberapa kali. DN mengungkapkan peritiwa itu dialaminya sejak ia masih duduk di kelas VII SMPN Satap Sedari.

Bahkan menurut DN, salah seorang siswa kelas VI SDN Sedari I berinisial DK pernah menjadi korban nafsu setan OMN hingga celana DK mengalami robek.

Atas dasar kejadian tersebut, orang tua DN sempat mengadukan peristiwa yang dialami puteranya itu ke pihak sekolah. Namun orang tua DN harus kecewa saat aduannya tidak ditanggapi.

“Pihak SMPN Satap Sedari  terkesan apatis dan masabodo. Padahal, seharusnya pihak sekolah segera menindak tegas dan memberhentikan OMN saat saya mengadukan masalah ini. Saya yakin akan ada korban OMN berikutnya jika hal ini dibiarkan, “keluh orang tua DN yang enggan disebutkan namanya itu.

Sementara, Kepala SMPN Satap Sedari, Rusyana, terlihat terkejut saat media ini mempertanyakan peristiwa pelecehan seksual terhadap sembilan siswanya yang dilakukan oleh guru honorer yang mengajar di sekolah yang dipimpinnya.

Rusyana mengaku tidak pernah menerima aduan dari orang tua murid maupun dari dewan guru lainnya perihal adanya kasus pelecehan seksual yang dilakukan bawahannya. Berbeda dengan penuturan keluarga korban yang mengaku telah melaporkan peristiwa itu beberapa waktu lalu kepada guru bernama Juhara dan Sadik. (*)

This site is using SEO Baclinks plugin created by InfoMotru.ro and Locco.Ro

Pos terkait