KUNINGAN, (FC).- Sebanyak 1.128 mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) resmi menyandang gelar akademik setelah mengikuti prosesi Wisuda ke-34 di Gedung Student Center (SC) Iman Hidayat Kampus I Uniku, Rabu (12/8).

Ribuan lulusan dari berbagai program studi tersebut mengikuti prosesi wisuda dalam dua sesi. Acara diawali dengan penampilan seni dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) DapurSastra (Dapsas) dan Rhineka Sunda.

Prosesi wisuda turut dihadiri Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten Lukman jajaran Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK), pimpinan perguruan tinggi se-Ciayumajakuning, mitra perbankan, serta sejumlah tamu undangan.

Rektor Uniku Anna Fitri Hindriana, menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati yang telah menuntaskan pendidikan. Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi awal perjalanan baru bagi para lulusan.

“Hari ini bukan sekadar seremoni penyerahan ijazah, melainkan penanda babak baru dalam perjalanan hidup saudara, dari bangku kuliah menuju panggung yang lebih luas, yakni dunia kerja, masyarakat, dan kehidupan berbangsa,” ujar Anna.

Ia mengatakan, perjalanan Uniku selama satu tahun terakhir diwarnai berbagai capaian membanggakan dari mahasiswa maupun dosen, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Di tingkat internasional, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Siti Nur Zakiya berhasil meraih Juara 3 International English Story Telling Competition pada Esa Unggul International Event 2026.

Sementara itu, UKM Marching Band Bahana Sang Adipati bersama atlet PDBI Kabupaten Kuningan berhasil meraih Juara Umum sekaligus memborong lima gelar juara pada CIMAFEST 2026.

Prestasi lainnya ditorehkan mahasiswa Uniku melalui cabang pencak silat. Mereka berhasil membawa puluhan medali sekaligus meraih Juara Umum 1 kategori umum/dewasa pada Kejurnas Pencak Silat Indramayu Championship 2026.

Dalam bidang inovasi dan kewirausahaan, sejumlah tim mahasiswa juga berhasil menorehkan prestasi. Tim SIDEGI dan tim inovasi pemanfaatan limbah air cucian beras lolos pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2026.

Sementara tim Biofire, Speakmate, dan Biofarm Betta berhasil lolos Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026.

Selain itu, satu tim Uniku berhasil lolos seleksi nasional PPK Ormawa 2026 melalui inovasi digital di bidang kesehatan masyarakat dan mitigasi bencana desa.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Komputer (FKOM) juga masuk Top 800 Nasional dari 2.090 tim dalam ajang Hackathon Digdaya x PIDI 2026.

Uniku juga terus memperluas pengalaman global mahasiswa. Sebanyak enam mahasiswa FKIP mengikuti Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) internasional di Thailand, sedangkan lebih dari 30 mahasiswa dari FKIP, FKOM, dan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (FHL) mengikuti program magang internasional di Jepang dan Taiwan.

Dari sisi akademik, dosen Uniku turut mencatat prestasi dengan memperoleh 20 judul hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kompetitif tingkat nasional.

Ketua Pengurus YPSAK Ngatimin, menegaskan yayasan akan terus mendukung peningkatan kualitas pendidikan Uniku agar mampu melahirkan lulusan yang unggul dan berkarakter.

“Kami ingin memastikan Uniku selalu menjadi rahim yang melahirkan generasi-generasi unggul yang berkarakter, berbudaya, namun tetap menguasai teknologi modern,” katanya.

Sementara Ketua Pembina YPSAK H. Eeng Ahman, berpesan kepada para lulusan agar tidak berhenti belajar dan terus menjaga nama baik almamater.

“Wisuda ini adalah akhir dari masa kuliah, tetapi merupakan awal dari universitas kehidupan yang sesungguhnya. Tetaplah lapar akan ilmu pengetahuan,” pesannya.

Bupati Kuningan H. Dian Rachmat Yanuar, juga menyampaikan selamat kepada seluruh lulusan Uniku. Ia meminta para sarjana tidak hanya berpikir menjadi pencari kerja, tetapi mampu menciptakan peluang dan lapangan pekerjaan.

“Jangan selalu berpikir di mana nanti saya akan bekerja atau mencari pekerjaan. Sesekali ubah mindset menjadi pekerjaan apa yang akan saya ciptakan dan berapa orang yang akan saya ajak tumbuh bersama,” ujar Dian.

Menurutnya, perkembangan zaman menuntut generasi muda memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan berani mengambil peluang, baik sebagai entrepreneur, profesional, pelaku ekonomi kreatif, maupun bidang lainnya.

“Yang berhasil dan sukses adalah mereka yang mampu bertahan dan beradaptasi dengan perkembangan zaman. Kemampuan untuk terus belajar tidak boleh berhenti hanya karena hari ini kita sudah diwisuda,” tegasnya.

Momentum Wisuda ke-34 Uniku juga mendapat apresiasi dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Kantor Cabang Kuningan. Dua lulusan terbaik Uniku diberikan kesempatan bergabung dan mengembangkan karier bersama BRI sebagai bentuk penghargaan terhadap talenta unggulan kampus.

Dengan berakhirnya prosesi Wisuda ke-34, sebanyak 1.128 lulusan Uniku resmi memasuki fase baru untuk mengimplementasikan ilmu, kompetensi, dan pengalaman yang diperoleh selama masa pendidikan demi memberikan kontribusi bagi masyarakat, daerah, dan bangsa. (Angga)