Waspada Terhadap Bencana, Dandim 0614 Lakukan Trabas
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).– Memasuki musim penghujan di Kota Cirebon, Komandan Kodim (Dandim) 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto melakukan kegiatan Trabas menggunakan sepeda motor trail. Kegiatan Trabas ini menempuh rute daerah rawan bencana tanah longsor di wilayah Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon.
Dalam kegiatan ini Dandim 0614/Kota Cirebon Letkol Inf Herry Indriyanto didampingi oleh Kasdim, Pasiter, Danramil, dan juga Babinsa Kelurahan Argasunya.
“Adapun rute yang dilalui Kebon Pelok – Kopi Luhur – Cadar Ngampar – Benda – Gedung Krisik yang merupakan perbukitan di wilayah paling selatan kota Cirebon yang berbatasan dengan kabupaten Cirebon dan kabupaten Kuningan,” kata Letkol Inf Herry Indriyanto kepada FC, Minggu (8/11).
Dandim 0614/Kota Cirebon menyampaikan, kegiatan ini bertujuan mengecek kondisi wilayah perbatasan serta daerah yang masuk dalam zona rawan bencana tanah longsor.
“Selain mengecek zona rawan bencana, kegiatan ini digunakan sebagai meningkatkan kebugaran sebagai salah satu upaya meningkatkan imun tubuh dalam masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.

Dikarenakan medan yang sangat terjal, lanjut Dandim, dirinya beserta peserta yang lain memutuskan untuk menggunakan sepeda motor trail.
“Sengaja kegiatan Trail yang dipilih dihadapkan dengan kondisi medan yang dilalui sebagian besar merupakan jalan tanah, sempit dan berkelok,” tutur Dandim.
Wilayah Argasunya yang sebagian besar merupakan perbukitan sangat rentan terjadinya bencana tanah longsor di musim penghujan, sehingga perlu dipetakan sebelumnya.
“Kita perlu memetakan terlebih dahulu medan dan jalannya sehingga langkah antisipasi/skenario penyelamatan warga apabila terjadi bencana sudah disiapkan,” paparnya.
Dandim juga menekankan kepada para Babinsa yang wilayahnya rawan bencana banjir, angin puting beliung maupun tanah longsor untuk lebih proaktif melakukan monitoring dan berkomunikasi dengan aparat setempat setiap hujan turun dalam intensitas sedang hingga lebat.
“Kita juga memerlukan Babinsa untuk lebih sigap dan siaga untuk memonitoring wilayahnya,” lanjutnya.
Dandim juga mengatakan Babinsa juga harus mengingatkan warga untuk waspada terhadap bencana dan peduli terhadap lingkungan dengan tidak membuang sampah di saluran air serta tidak merusak lingkungan. (Sakti)








Tinggalkan Balasan