INDRAMAYU, (FC). – Warga Desa Pringgacala Kecamatan Karangampel Kabupaten Indramayu melakukan aksi unjuk rasa dengan melakukan penghadangan sejumlah truk pengangkut tanah yang sedang melintas.

Aksi unjuk rasa warga ini dilatar belakangi dugaan adanya tanah PU di desa mereka yang diperjual belikan oleh pemerintah desa setempat.

Kekesalan warga pun makin memuncak dengan adanya aktivitas lalu lalang truk pengangkut tanah yang membuat jalan desa mereka menjadi rusak, kejadian ini terpantau dalam Video yang beredar di media sosial.

Camat Karangampel, Roshadian Purnama pun membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi.

Menurutnya, kejadian aksi demo warga ini terjadi pada pada Rabu (16/7/2025).

“Jadi sebenarnya itu bukan tanah PU, melainkan tanah negara bebas. Dulunya bekas kali zaman dulu sekali,” ujar dia, Kamis (17/7/2025).

Roshadian menyampaikan, sejak dahulu tanah itu dikuasai oleh pemerintah Desa Pringgacala. Sebagian lagi dikuasai oleh perseorangan dan bahkan ada juga yang bersertifikat.

Kemudian belakangan ini muncul aspirasi dari masyarakat yang mengeluh soal terbatasnya lahan untuk tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Pringgacala.

“Kuwu pun mengambil inisiatif gimana kalau tanah tersebut (yang dikuasai desa) boleh dimohon lah oleh masyarakat, kemudian uangnya digunakan untuk perluasan tanah kuburan,” ujar dia.

Perihal inisiatif kepala desa ini, lanjut Roshadian, sudah dimusyawarahkan bersama bahkan dibuat pula berita acaranya.

Rupanya, belakangan ini inisiatif tersebut justru menjadi pro kontra hingga akhirnya warga melakukan aksi demo penghadangan truk pengangkut tanah.

Roshadian menyampaikan, untuk menjaga kondusifitas, Pemcam Karangampel pun mengambil inisiatif agar aktivitas tersebut dihentikan sementara waktu.

Pemcam Karangampel juga memerintahkan kepala desa untuk menjalin komunikasi lebih lanjut dengan warga soal rencana inisiatif tersebut.

Sehingga inisiatif yang dilakukan Pemdes Pringgacala ini tidak menjadi salah paham di tengah masyarakat.

“Saya sudah sampaikan ke kuwu untuk dibangun lagi komunikasinya dengan masyarakat,” pungkasnya. (Agus Sugianto)