INDRAMAYU, (FC).- Warga di Desa Jangga, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu meminta kepada pihak kepolisian polres Indramayu untuk mengungkap kasus kematian tukang cilok, Hendra yang diduga merupakan korban pembunuhan.

Seperti diketahui, Jenazah Hendra  ditemukan warga di areal pesawahan di Desa Krimun, Kecamatan Losarang tanpa mengenakan busana pada Selasa (27/7) lalu dengan kondisi kepalanya cedera parah dan kaki kirinya patah, sejumlah luka juga ditemukan pada tubuhnya.

Ketua Karang Taruna ‘Guntur’ Desa Jangga, Riski Agung Prolistiana kepada FC, Minggu (14/11) mengatakan, sosok dari Hendra ini dikenal sebagai orang yang baik, Kesehariannya hanya seorang tukang cilok keliling.

“Tapi kok endingnya bisa dibunuh sekeji itu, separah itu kondisinya,” ujar pria yaang akrab disapa Agung ini.

Menurut Agung kematian Hendra sangat ganjal,Mengingat, sebelum ditemukan tewas, Hendra tidak memiliki perselisihan apapun di dalam keluarga.

Ditambah lagi, kata Agung, Hendra juga tidak mengalami depresi atau kesulitan dalam ekonomi, dan lain sebagainya, apalagi musuh.

“Dia gak punya musuh, namanya juga cuma jualan cilok,” ujarnya.

Justru sebaliknya, dikatakan Agung, Hendra memiliki banyak teman dengan kepribadiannya yang pekerja keras dan memiliki jiwa sosial tinggi membuatnya banyak memiliki teman.

Termasuk saat pencalonan kepala desa sebelumnya, Hendra merupakan pemuda yang paling militan dalam membantu pemenangan.

“Pokoknya dia solid banget sama temen, dia juga suka berbagai,” ujarnya

Sementara itu kasus meninggalnya Hendra masih dalam penyelidikan polisi, saat ini masih berupaya melengkapi alat bukti untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

“Sekarang kita masih ditahap penyelidikan untuk melengkapi alat bukti,” ujar Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara saat dikonfirmasi.

Luthfi mengatakan, polisi pun masih berupaya untuk mengungkap kejanggalan perihal kematian yang dialami Hendra.

Sudah 108 hari, kasus yang dialami Hendra masih menjadi misteri. Ayah dari Hendra, Taryana sangat berharap kepada aparat penegak hukum bisa secepatnya mengungkap siapa pelaku yang diduga tega membunuh anaknya tersebut. (Agus)