Warga Keracunan Usai Menyantap Makanan Tahlil
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
INDRAMAYU, (FC).- Sedikitnya 20 Orang Warga di dua Desa di kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu mengalami keracunan usai menyantap makanan tahlil yang diberikan oleh tetangganya, para Korban keracunan dilarikan ke RSUD Indramayu untuk mendapatkan penanganan medis.
Dua Desa yang mengalami keracunan tersebut adalah Warga Desa Singajaya dan Desa Singaraja Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu.
Kepala Desa Singajaya, Habiburahman mengatakan, dari 20 orang itu, sekitar 10 orang di antaranya berasal dari desanya.
“Informasi dari lurah Singaraja, warga di sana juga ada yang kena, total kalau dengan Singajaya ada sekitar 20 orang,” ujar Habiburahman, Selasa (12/10).
Habiburahman menyampaikan, penyebab awal keracunan itu diduga karena mereka makan makanan dari acara tahlil yang digelar di desa tetangga.
Kondisi ini terjadi Seusai menyantap makanan tahlil itu, mereka mengalami pusing, mual, buang air besar (BAB), serta lemas.
Atas dasar itu, Pihak desa pun kemudian berinisiatif untuk membawa para warga yang alami keracunan ke RSUD Indramayu untuk mendapat perawatan pada Senin malam (11/10).
“Yang di rawat ada 4 warga, sisanya berobat mandiri di rumah, mereka rata Rata mengeluhkan sakit terus muntah, BAB, pusing, dan lemas,” ujar dia.
Sementara itu,Kasubag Rekam Medis Hukum dan Humas RSUD Indramayu, Rina Yuniawati mengatakan saat ini Kondisi warga yang diduga alami keracunan seusai menyantap makanan tahlilan di Kabupaten Indramayu sudah membaik.
“Mereka hanya mengalami gejala ringan dan kini kondisinya sudah membaik,” ungkapnya.
Rina mengatakan, ada 4 warga yang dibawa ke rumah sakit dari sekitar 20 orang yang alami keracunan di dua desa Yakni Desa Singaraja dan Desa Singajaya Kecamatan/Kabupaten Indramayu.
“Semalam yang dibawa ke RSUD ada 4 orang, dewasa 1 orang, anak-anak 3 orang,” sebutnya.
Masih disampaikan Rina Yuniawati, para warga yang alami keracunan juga menolak untuk dirawat. Kendati demikian, pihaknya memastikan kondisi mereka sudah membaik. Pagi ini, para warga itu juga sudah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
“Dokter jaga suruh dirawat tapi mereka menolak, jadi hanya diobservasi dan terapi saja, pagi sudah boleh pulang,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan