Warga Cigobangwangi Keluhkan Kandang Ayam Dekat Permukiman
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
“Ada 3 kandang isinya bisa mencapai maksimal 90 ribu ekor, dalam satu kandang 30 ribu ekor,” katanya.
Saat ditemui di lokasi kandangnya, Ratija mengatakan, kalau pembangunan kandang ayam miliknya sudah sesuai prosedur.
“Spesifikasi kandang sudah sesuai arahan Kementerian Kesehatan, alatnya saja didatangkan dari Jerman,” katanya.
Saat ditanya adakah izin usaha mendirikan kandang ayam dan bagaimana menanggapi keluhan warga dengan bau tidak sedap dari kotoran ayam tersebut?. Ia mengaku semua ada suratnya dan sudah lengkap sesuai aturan. Untuk keresahan warga dengan bau secepatnya akan ditindaklanjuti.
“Surat izinnya ada dari warga sekitar, dan sudah diserahkan ke Pemerintah Desa Pasaleman, dalam jangka waktu seminggu, akan kami buatkan cerobong agar tidak bau” jawabnya.
Terpisah, Kuwu Cigobangwangi, Wahidin saat dikonfirmasikan “FC” mengatakan, dirinya sudah menampung kekesalan dari warga terkait keberadaan kandang ayam yang bikin resah masyarakat sekitar.
“Keluhan masyarakat ini sudah disampaikan kepada saya. Dan saya mendengar, pihak pengelola akan menghubungi kami (Pemdes Cigobangwangi,-red),” bebernya.
Diakui Wahidin, sampai saat ini pemilik kandang tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga.
“Pokoknya apapun keluhan warga saya tampung dan akan saya sampaikan ke pemilik kandang ayam. Intinya jika tidak memperdulikan warga sekitar, akan kami laporkan ke pemerintah kabupaten,” tegas Wahidin.








Tinggalkan Balasan