WALIKOTA: Rumah Sakit Pasien Covid-19 Mulai Penuh
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC). – Kota Cirebon per Senin (14/06) sedang berada di zona risiko sedang atau oranye. Hal ini dibuktikan oleh peta persebaran Komite Penanganan Covid-19 Dan Pemulihan Ekonomi Nasional (covid19.go.id/peta-risiko).
Data dari Pusat Informasi & Koordinasi Covid-19 Kota Cirebon (covid19.cirebonkota.go.id) juga menjabarkan bahwa total 5899 pasien terkonfirmasi Covid-19, diantaranya 466 sedang menjalankan isolasi, 5216 selesai isolasi, dan sebanyak 217 meninggal dunia.
Walikota Cirebon, Nashrudin Azis, juga mengkonfirmasi bahwa kasus Covid-19 di Kota Cirebon sedang merangkak naik ke merah kembali. Bahkan, ruang isolasi di rumah sakit rujukan pasien covid-19 juga mulai penuh.
“Untuk saat ini, masih dalam oranye, namun meningkat terus. Buktinya dari rumah sakit ataupun tempat isolasi yang disiapkan untuk menerima pasien Covid-19 sudah mulai penuh. Nah, ini harus segera diwaspadai,” ujar Azis ketika ditemui di Gedung DPRD Kota Cirebon.
Rumah sakit rujukan Covid-19 di Kota Cirebon sendiri terdiri dari RSU Gunung Jati, dan Rumah Sakit Ciremai. Untuk menanggulangi hal itu, pemerintah Kota Cirebon secepatnya akan mengadakan evaluasi bersama Gugus tugas Covid-19 Kota Cirebon.
“Besok (Selasa) kita akan bahas evaluasi langkah-langkah yang harus dilakukan oleh gugus tugas Covid-19 Kota Cirebon dan ini membutuhkan masukan-masukan dari mereka,” jelas Azis.
Dari pemerintah Kota Cirebon sendiri tidak ada pelonggaran dari penerapan protokol kesehatan, namun masalah ini perlu penanggulangan yang serius karena akan berdampak bagi ekonomi masyarakat.
“Kita gagal menangani prokes covid-19, maka dipastikan ekonomi kita akan gagal,” tandasnya. (Melly/Job/FC)








Tinggalkan Balasan