KOTA. CIREBON, (FC).- Pendidikan berkualitas memegang peran penting untuk dapat meningkatkan mutu dan kualitas lulusannya agar dapat menjadi generasi yang unggul. Salah satu caranya adalah dengan membenamkan paparan internasional atau international exposure kepada pelajar.

Demikian disampaikan Walikota Cirebon Nashrudin Azis seusai menerima kunjungan Arcolabs di Balaikota Cirebon Sabtu (22/8).

Azis menilai, paparan internasional ini, siswa bisa lebih mengenal dunia luar, tak hanya mempelajari tentang sisi akademiknya saja, tetapi juga dapat meningkatkan keterampilan yang bersifat afektif dan psikomotorik.

“Kami menyambut baik program kerjasama pertukaran pendidikan seni dan budaya di sekolah. Karena sangat menguntungkan bagi kedua belah pihak. Meski di masa pandemi, semua kegiatan harus tetap berjalan termasuk program kerjasama pertukaran pendidikan seni ini,” jelas Azis.

Dikatakannya, pertukaran pendidikan seni dan budaya antara Korea dan Indonesia merupakan kerjasama lanjutan dari kerjasama pernah berjalan di Kota Cirebon.

Pihaknya mendukung penuh kegiatan yang diinisiasi oleh Korea Art & Culture Education Service. “Namun tetap saya ingatkan, program kerjasama harus menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon, Irawan Wahyono mengatakan, pihaknya bangga karena Kota Cirebon menjadi pilot project program pertukaran pendidikan seni Korea dan Indonesia. Program ini diinisiasi oleh Korea Art & Culture Education Service yang menggandeng Pemda Kota Cirebon dan seniman lokal Sinau Art.

Arcolabs, sebuah lembaga swadaya di Korea (NGO) sebagai pelaksana program kerjasama di Indonesia sebelumnya bekerjasama dengan Sinau Art dalam program pembinaan dan pelatihan pebatik pewarna alam di Kota Cirebon.

“Pengembang program saat ini juga mengarah kepada pendidikan seni dan budaya di sekolah,” terangnya.

Direktur Arcolab, Jeong Ok Jeon mengungkapkan Korea Art & Culture Education Service merupakan kelompok non profit yang bergerak di bidang seni di Korea. Programnya telah banyak melaksanakan kegiatan pembelajaran seni di Korea maupun luar Korea seperti di Vietnam dan saat ini di Indonesia.

“Pilot project program pertukaran pendidikan seni di Indonesia yang kami pilih adalah Kota Cirebon,” ujarnya.

Dengan berkolaborasi dengan seniman lokal yaitu Sinau Art, media pembelajaran seni dan budaya yang dibuat Arcolabs berbentuk video, animasi dan lainnya.

Untuk lokasinya di SMPN I Kota Cirebon yang menjadi pilot project pelaksanaan program di tahun 2020. “Tahun berikutnya kami berharap bisa dilaksanakan di sekolah-sekolah lain di Kota Cirebon,” imbuhnya.

Sementara Kepala Sekolah SMPN I Lilik Agus Darmawan menyampaikan terimakasih atas kepercayaan pihak Arcolabs. Dan merasa bangga sekolahnya dipilih sebagai pilot project program pertukaran pendidikan seni dan budaya Indonesia dan Korea.

“Peninjauan lokasi telah dilaksanakan, tinggal pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan secara offline dan online,” ucapnya mengakhiri. (Sakti)