Walikota Cirebon Kembali Ngantor
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis kini kembali ngantor. Dalam satu kesempatan, ia pun menjelaskan secara gamblang alasan tidak berada di tengah-tengah masyarakat Kota Cirebon kurang lebih selama tiga bulan lamanya.
Azis mengatakan, alasan ia tidak ngantor karena mendapat perawatan medis akibat penyakit yang dideritanya selama belasan tahun.
Selama absen, ia mengucapkan terima kasih kepada Wakil Walikota Cirebon, Sekretaris Daerah (Sekda) dan instansi terkait lainnya karena telah menjalankan tugas dengan baik sehingga roda pemerintahan Kota Cirebon tetap berjalan sesuai harapan.
Kini ia memastikan bersama Wakil Walikota, Sekda dan perangkat daerah lainnya akan kembali melayani masyarakat hingga akhir masa jabatannya pada Desember 2023 mendatang.
“Perdana saya tampil di tengah publik selama kurang lebih tiga bulan,” kata Azis, Jumat (13/10).
Ia menjelaskan, selama tiga bulan belakangan ia telah berjuang melawan sakitnya. Selama itu, Azis mendapat perawatan medis di Semarang Jawa Tengah dan Jakarta.
“Lama saya tidak tampil di publik karena saya menderita penyakit yang cukup berat. Berawal dari diabetes yang sudah belasan tahun, membuat semua organ tubuh saya melemah, sehingga terkena komplikasi hingga pernah koma selama tiga hari di rumah sakit,” imbuhnya.
Selama menjalani pengobatan di Semarang untuk memulihkan kesehatannya ia mendapat suntikan steam cell. Metode pengobatan ini masih dijalani sampai sekarang.
“Setelah itu saya menjalani pengobatan steam cell, satu-satunya cara yang harus diperbaiki adalah organ-organ tubuh saya yang memakan waktu lebih dari dua bulan. Sampai sekarang saya masih disuntik, ” terangnya.
Selama tidak aktif dalam pemerintahan, ia memastikan tidak ada satu pun tugas dan pelayanan yang tertinggal bahkan terbengkalai. Karena selama menjalani pengobatan ia selalu berkoordinasi dengan Wakil Walikota dan Sekda.
“Tidak ada satu pun tugas saya selaku Kepala Daerah Kot Cirebon yang ditinggalkan, saya terus melakukan koordinasi dengan Sekda. Jadi saya terus memantau dan dapat mengetahui perkembangan pemerintahan di Kota Cirebon,” tuturnya.
Dari dalam lubuk hati yang paling dalam, ia merasa rindu untuk kembali menjalankan roda pemerintahan bersama perangkat daerah lainnya, namun apa daya tim medis belum mengijinkannya.
“Saya rindu kembali ke Kota Cirebon, tapi tim medis tidak mengijinkan harus tunggu pulih dulu kesehatannya,” pungkasnya. (Frans)








Tinggalkan Balasan