KOTA CIREBON, (FC).- Bulan Maret lalu, Mendagri RI Tito Karnavian menghimbau agar unit pemadam kebakaran (damkar) di setiap daerah untuk dibentuk dinas secara mandiri. Mengingat tugas damkar saat ini semakin kompleks dan luas.

Wakil Walikota Cirebon Eti Herawati mendukung himbauan Kemendagri tersebut. Dan Pemkot Cirebon sudah melakukannya, dengan membuat tersendiri Dinas Pemadam Kebakaran yang terpisah dari dinas lainnya.

“Di Jawa Barat, dari 27 kota dan kabupaten, baru 12 daerah yang memiliki dinas pemadam kebakaran, termasuk Kota Cirebon,” jelas Eti seusai membuka Rakerda
DPD Asosiasi Pemadam Kebakaran Republik Indonesia (APKARI) Jawa Barat, Kamis (13/8).

Dikatakannya, tema rakerda ini sangatlah tepat yakni kemandirian Pemadam Kebakaran. Dan kemudian rakerda bisa mendorong masing-masing daerah untuk membentuk dinas pemadam kebakaran yang mandiri.

“Fungsi pemadam kebakaran sangat penting, selain menangani kebakaran banyak hal yang mereka tangani dalam hal kejadian kegawatdaruratan lainnya, maka perlu ada dinasnya,” ungkapnya.

Kepala Damkar Kota Cirebon Adam Nuridin menambahkan, seluruh anggota APKARI Jabar yang hadir semuanya menginginkan kemandirian damkar.

Pasalnya, bila masih menjadi bagian dari dinas lain atau UPT, damkar tidak akan bisa berkembang dan keterbatasan dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Setelah Rakerda ini diharapkan seluruh daerah di Jabar memiliki dinas pemadam kebakaran,” tegasnya.

Sementara Ketua DPD APKARI Jawa Barat Sutarno Yono SR menyampaikan, tema kemandirian Dinas Damkar sengaja diambil untuk mendorong setiap daerah memiliki Dinas Damkar, apalagi angka potensi kejadian kebakaran masih cukup tinggi.

Disebutkannya, seperti di Kabupaten Bandung 536 peristiwa kebakaran selama tahun lalu. Mengakibatkan kerugian yang sangat besar termasuk korban jiwa.
Apalagi beberapa pekan mendatang, sebagian Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Potensi kebakaran pun makin meningkat.

“Setelah rakerda ini, kami targetkan sejumlah daerah akan naik kelas damkarnya, artinya sudah menjadi dinas yang mandiri,” pungkasnya. (Agus)