MAJALENGKA, (FC). – Masyarakat Kabupaten Majalengka, tidak lama lagi dapat menikmati Alun-alun Majalengka yang ditargetkan rampung akhir tahun ini. Alun-alun bergaya modern klasik itu bakal menjadi ikon baru “Kota Angin”.

Berdasarkan pantauan pada Sabtu (12/12) kemarin, hamparan rumput sintetis menghijau di area barat, dekat Masjid Al-Imam. Di sebelah timur, tampak tata ruang bidang taman dengan kontruksi bangunan bergaya terakota. Ini menyiratkan nuansa modern klasik di Alun-alun Majalengka.

Kesan historis juga masih akan melekat erat di alun-alun mengingat lokasinya di dekat kawasan pendopo bupati dan mesjid agung. Berbeda dengan alun-alun sebelumnya, revitalisasi kali ini berfungsi sebagai tempat bermain dan tempat penjualan kuliner serta oleh-oleh khas Majalengka.

Area Alun-alun Majalengka juga dilengkapi dengan wajah pedestrian hingga jalan pujasera. Lokasi itu juga dilengkapi lampu gemerlap dan bangku panjang untuk bersantai. Area ini tidak hanya indah, tetapi juga instagramable.

Menurut Kabag Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Majalengka, Irfan Nur Alam, desain alun-alun terintegrasi antara ruang publik, tempat ibadah, dan pusat pemerintah.

“Nantinya tempat ini bukan hanya menjadi rekreasi warga, namun juga sebagai ikonik Kota Wisata Majalengka,” ungkap Irfan Nur Alam, sabtu (12/12).

Menurut dia, nantinya, Alun-alun Majalengka ini bisa diakses setiap pengunjung, baik anak-anak, remaja, maupun orang tua. Bukan hanya warga lokal, tetapi juga pendatang atau pelancong. Sementara fungsi seremoni yang biasa dilakukan di alun-alun sudah dipindahkan ke kawasan Gelanggang Generasi Muda (GGM) yang saat ini juga tengah mendapatkan penataan dan revitalisasi.

“Alun-alun Majalengka ini akan dialihfungsikan sepenuhnya menjadi arena publik dan taman yang bisa dinikmati serta dapat diakses oleh seluruh masyarakat Majalengka maupun luar daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Majalengka, Agus Tamim menjelaskan, pada tahap pertama renovasi Alun-alun Majalengka telah menghabiskan anggaran Rp 10 miliar. Kini, di tahap keduanya mendapat kucuran dana sebesar Rp7,9 miliar dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jabar.

Pembangunan di tahap kedua tersebut, menurut dia, berlanjut setelah turunnya Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat tentang kelanjutan pengerjaan Alun-alun Majalengka yang sebelumnya terhenti akibat pandemi Covid-19.

“Akibat dampak pandemi virus Corona nyaris semua pembangunan terhenti akibat anggaran direcofushing untuk menanganan Covid-19. Terhitung 8 Mei 2020 lalu tahap kedua penataan Alun-alun Majalengka mulai kembali dikebut dengan target harapan proyek itu dipastikan rampung di akhir tahun ini,” harapnya. (Munadi)