Wabup Kuningan Siap Tinggalkan Rumah Dinas
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KUNINGAN, (FC).- Hingga hari ini, Wakil Bupati Kuningan H.M. Ridho Suganda baru mengembalikan fasilitas negara berupa kendaraan dinas dan ajudan ke Setda Kuningan. Rencana meninggalkan rumah dinas belum terjadi.
“Kunci mobil sudah diserahkan ke bagian umum, jadi tidak ada ceremony segala, nanti dibilang pencitraan,” ujar Ridho, saat dihubungi FC, Senin (15/3).
Ridho mengaku mengambil sikap itu karena merasa tidak pantas mendapat fasilitas negara. Dan apa yang dia ingin lakukan adalah membantu Bupati dalam menyelesaikan persoalan di Kuningan. Tapi ketika tidak dibutuhkan dia merasa tidak nyaman.
“Saya merasa tidak pantas mendapat fasilitas Negara, toh saya juga tidak bisa berbuat apa-apa, saya ingin berbuat untuk masyarakat, dan apa yang saya ingin lakukan sesungguhnya adalah membantu beliau (Bupati,-red) dalam menyelesaikan semua persoalan di Kuningan, ya kalau tidak dibutuhkan ngapain saya gaya-gayaan menikmati fasilitas negara,” jelas Ridho.
Belum meninggalkan rumah dinas, Ridho mengaku jika pindah harus melakukan persiapan, sedangkan dirinya masih di luar kota. Tapi fasilitas melekat memang sudah diserahkan.
“Ya kan saya harus beres-beres dulu, kan pindah juga harus rapih-rapihin apa yang harus dibawa, kita kan keluarga, kalau bujangan sih tinggal cabut aja. Di Rumdin istri udah beres-beres kok, kendaraan dinas juga udah diserahkan tadi,” ungkap Ridho.
Terpisah, Bupati Kuningan H. Acep Purnama mengaku tidak mengetahui rencana Wakil Bupati meninggalkan rumah dinas dan melepas segala fasilitasnya. Baginya hal itu harus disikapi dengan arif dan bijaksana.
“Saya menyayangkan, kalau ada sikap kenegarawanan tidak sampai seperti itu. Apa sih, padahal semua bisa di musyawarahkan, dikompormikan. Kalau bicara tupoksi kan semua sudah jelas, didukung dan diusung oleh teman-teman partai lain, itu harus diwujudkan dengan pertangungjawabkan dengan bekerja sesuai dengan janji kita yang dituangkan dalam visi dan misi,” jelas Acep.
Apabila ada hal yang kurang berkenan, lanjut Acep, apa susahnya jika dikomunikasikan. Tapi selama ini menurutnya baik – baik saja. Tapi pada prinsipnya dia tidak menyikapi secara berlebihan.
“Nanti lah, kita akan komunikasikan lagi, biarkan tensi menurun dulu,” ujar Acep.
Ada kabar pihak ketiga yang mengadu domba Bupati dan Wakil, Acep mengaku dalam kehidupan dan tatanan semuanya ada, tapi dia tetap memegang prinsip yang teguh, sebagai pihak yang diberikan amanah.
“Mau pihak ketiga, keeampat, ketujuh ya masa bodoh bagi saya, tapi kita harus memang teguh prinsip, sebagai pihak yang diberi amanah, apapun konsekuensinya harus dijalani lahir dan batin,” kata Acep. (Ali)








Tinggalkan Balasan