Vaksinasi Tahap II Ditarget Selesai Maret 2021
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KOTA CIREBON, (FC).- Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cirebon Agus Mulyadi meninjau langsung vaksinasi terhadap awak media di sebuah gedung milik media lokal Kota Cirebon, Senin (15/3).
Pria yang akrab disapa Gusmul ini mengungkapkan, tahap kedua vaksinasi ini diberikan kepada pekerja pelayanan publik, jumlahnya diperkirakan sekitar 24.900 orang.
Agar sesuai jadwal dengan program vaksinasi nasional, tahap ini ditargetkan selesai pada Maret 2021.
Namun diakuinya, tahap kedua ini dirasakan lambat pergerakannya. Hanya kisaran ratusan saja setiap harinya, sementara diharapkan bisa mencapai ribuan, agar target bisa terpenuhi.
“Dari vaksinasi tahap ini pada minggu kedua hanya sekitar 600 an saja. Seharusnya bisa ditingkatkan hingga mencapai 3.000 orang. Dan ini saya mulai lambat, belum lagi nanti ketersediaan vaksin dari pusat,” ungkapnya.
Disebutkannya, tahap pertama vaksinasi adalah tenaga kesehatan, kemudian tahap kedua adalah pekerja pelayanan publik seperti wartawan ini.
Kemudian ASN, TNI Polri, tenaga pendidik dan kependidikan, BUMN dan BUMD. Ada juga para insan kepariwisataan dan pengemudi layanan online.
Tahap kedua ini juga menargetkan masyarakat yang lanjut usia (lansia), karena vaksin ini sudah aman diberikan kepada mereka.
Dan jumlah lansia ini cukup banyak, sekitar 34.000. Jadi setelah pekerja layanan publik selesai Maret, dilanjutkan kepada lansia.
Gusmul mengungkapkan, dalam rapat pekan kemarin, pihaknya meminta dinkes untuk mengevaluasi dan melakukan micro planning vaksinasi. Berupa perencanaan vaksinasi massal yang bertempat di lokasi tertentu.
Misalkan Balaikota Cirebon untuk ASN, puskesmas agar lebih dekat dengan masyarakat, sekolah ataupun kampus dan tempat lainnya.
“Tahap ketiga nantinya untuk masyarakat umum. Kami telah mengajukan permohonan untuk menambah jumlah vaksin bagi pelayan publik agar target pada Maret ini bisa terpenuhi,” terangnya.
Sedangkan vaksinasi untuk wartawan ini, lanjut Gusmul, sangat penting diberikan. Pasalnya wartawan rentan terpapar Covid-19 dalam menjalankan tugasnya.
Pihaknya menganggap jurnalis dan pekerja media massa merupakan posisi strategis.
Sementara vaksinasi untuk wartawan berbarengan dengan pegawai Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS). Sekitar seratusan wartawan dan pekerja media mendapatkan vaksin Sinovac asal Tiongkok ini.
Menurut Kepala Puskesmas Kesambi dr Fadillah Farah, kali ini vaksinasi untuk wartawan dan ASN DKIS.
Ada juga vaksinasi ulangan untuk staf Kecamatan Kesambi serta staf seluruh kelurahan se-Kecamatan Kesambi. Jumlah keseluruhan untuk kali ini ada 316 orang.
“Kami laksanakan vaksinasi untuk Kecamatan Kesambi sejak pekan kemarin. Kali ini merupakan vaksinasi keempat, kemudian sasaran selanjutnya akan banyak lagi,” pungkasnya. (Agus)








Tinggalkan Balasan