Universitas Muhammadiyah Cirebon Membanggakan dan Memajukan Bangsa
Warning: Attempt to read property "post_excerpt" on null in /home/slawipos/tintabiru.com/wp-content/themes/liputanwp/template-parts/single/single-desktop.php on line 79
KAB. CIREBON, (FC).- Rektor Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Khaerul Wahidin mengutarakan, bahwasanya seperti yang dikatakan oleh Bupati Cirebon, Imron Rosyadi, yaitu Muhammadiya merupakan suatu organisasi besar serta memiliki kontribusi bagi bangsa yang diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Jika kita berangkat dari ideologi kemuhammadiyahan, Muhammadiyah adalah gerakan islam yang berdasar kepada Al-Qur’an dan Hadist sebagai kebijakan Islam, biasa disebut dengan Hadist Maqbulah atau Hadist Mutawari’, yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat islam yang sebenarnya. Sudah tentu kiprah Muhammadiyah tidak lepas dari nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kemajuan, kesejahteraan, dan keadilan.
“Spirit moral ini jika dihubungkan dengan kehidupan kebangsaan ada relevansinya, bahkan jika kita lihat bangunan-bangunan yang didirikan Muhammadiyah di Indonesia sekarang ini adalah untuk kemajuan umat islam,” jelas Khaerul saat ditemui di Kampus 1 UMC, Rabu (24/6).
Banyak tokoh-tokoh Muhammadiyah yang turut berperan dalam memajukan bangsa, salah satunya yaitu, Ki Bagus Hadi Kusumo, sebagai salah satu anggota tim perumus dasar negara Indonesia. Selain itu, warga Muhammadiyah selalu diajarkan, baik melalui pendidikan keluarga, pendidikan di sekolah, pendidikan di madrasah, pendidikan di pesantren agar berpegang teguh kepada kepribadian yang mengarah pada kehidupan islami.
“Nah yang diajarkan oleh para tokoh, para sesepuh, dan para guru di lingkungan Muhammadiyah adalah agar bekerja dan beramal secara the right on the track atau sesuai dengan aturan-aturannya. Sebagai seorang pendidik tentunya harus cermat, teliti, dan bersemangat,” tuturnya.

Terdapat sekitar 184 Perguruan Tinggi Muhammadiyah di seluruh Indoensia. Terkait dengan Universitas Muhammadiya Cirebon (UMC) sendiri mengalami perkembangan yang positif dari waktu ke waktu. Bagi UMC, melihat islam tidak hanya secara fi’il madhi atau islam masa lalu, tetapi islam yang terus bergerak atau disebut juga dengan islam fi’il mudhari.
“Nah dalam konteks Universitas Muhammadiyah Cirbeon sendiri, tidak hanya dirasakan pada keluarga besar perserikatan Muhammadiyah saja yang mengalami sisi positif, tetapi termasuk dalam hal membangun yang memberikan kebanggaan pada masyarakat. Ini diungkapkan pula oleh AKBP Suhermanto yang dulu menjadi Kapolresta Cirebon dan sekarang menjadi Kapolres di Indramayu, ” tambahnya.

Kemudian UMC juga merupakan satu-satunya universitas yang ada di Kabupaten Cirebon, tentunya hal ini juga bisa menumbuhkan dinamika ekonomi di lingkungan sekitar kampus UMC, seperti adanya kos-kosan, warung-warung, dan sebagainya, sehingga UMKM menjadi hidup.
Bahkan kehidupan perekonomian sekitar kampus UMC jika dilihat secara lahiriyah, sangat menggantungkan kepada UMC sendiri.
Untuk pemerinahan Kabupaten Cirebon sendiri, UMC sangat membantu warga sekitar yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang tinggi tanpa harus menempuh jarak yang jauh.
Banyak pula mahasiswa UMC yang mengikuti berbagai organisasi diantaranya adalah Mahasiswa Karangtaruna, Mahasiswa Persatuan Perangkat Desa, Mahasiswa Persatuan Kuwu, dan ini semua merupakan hal spesifik yang dimiliki oleh UMC untuk membantu kepentingan masyarakat. (Indah)








Tinggalkan Balasan